Pelaksanaan manajemen peran serta masyarakat yang baik tidak hanya
tergantung pada perencanaan dan persiapan materi yang baik, tetapi sangat
tergantung pada ketepatan dalam menentukan dan menggunakan teknik komunikasi
yang digunakan. Elsbree dam Mc Nally
menyatakan beberapa teknik hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut:
Newspapers, Radio Programme, Parent Teacher Association Meeting, Special Bulleten for parent, Active
Participation of Staff off staff in community organization.
Senada dengan pendapat di atas Leonard V Koes, juga menyatakan
beberapa teknik dalam melakukan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai
berikut: The Public frequently reported as used with patrons and the general
public exhibits, local newspaper, commencement exercisee, bulletins to home, home
and school visitations, parent teachers assosiation, service to community
organization report and radio.
Edward F DeRoche menyebutkan ada 25 cara dalam melaksanakan
hubungan antara sekolah dengan masyarakat yaitu: 1. Education weeks; 2.Recognition
days; 3. Home visits
4. Teachers aides
5. CARD (Community Agency Recognation Day)
6. Parent Teachers Conference
7. Speaker’s Bureau
8. Open House
9. Home Study
10. School and classroom newsletters
11. Calenders
12. Voting Reminder card
13. Success card
14. Local Newspaper
15. Career Specialist
16. Slide presentation
17. Coffe hour
18. Activity Displays
19. Class project in the community
20. Letters to the editor
21. Public performances
22. Fairs and tours
23. Telephone hotline
24. Strategy borrowing
25. Suggestion boxes
Apabila kita cermati dari beberapa pendapat tersebut, nampak bahwa
pelaksanaan hubungan sekolah dengan
masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media baik media
langsung (tatap muka) maupun media tidak langsung. Bahkan dalam perkembangan
teknologi sekarang, hubungan sekolah dengan masyarakat sebenarnya dapat
dilakukan menggunakan teknologi modern seperti telpon, internet dan sebagainya.
Berikut ini ada beberapa teknik yang dapat dipertimbangkan sebagai
salah satu metode dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat yang
umum dan memungkinkan untuk dilaksanakan di sekolah.
1. Siaran Radio
Siaran radio sebagai sarana penyebaran informasi memiliki
keunggulan dalam luasnya wilayah penyebaran informasi yang dapat dijangkau
dalam waktu yang bersamaan. Dengan demikian dalam waktu yang singkat dapat
disebarkan informasi kesemua pelosok perdesaan. Tetapi ada beberapa kelemahan
siaran radio sebagai media penyebaran informasi khususnya yang berkaitan dengan
program pendidikan. Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut:
Diperlukan kemampuan yang tinggi dalam membuat, mendesain kemasan
acara siaran yang mampu menarik minat masyarakat untuk mendengarkan siaran
radio. Ini berarti memerlukan waktu yang relatif lama dan terkendala tenaga
yang dimiliki oleh sekolah belum memiliki kemampuan yang tinggi untuk merancang
materi siaran secara profesional.
Masyarakat perdesaan pada umumnya lebih senang mendengarkan radio
dalam bentuk hiburan seperti lagu-lagu dan drama.
Untuk itu maka, acara siaran radio apabila digunakan sebagai salah
satu teknik hubungan sekolah dengan masyarakat maka, isi siaran/materi yang
harus disampaikan dikemas melalui selingan-selingan pesan pendek diantara
acara-acara yang menarik perhatian masyarakat seperti hiburan dan sendiwara
radio. Di samping itu dapat pula dilakukan dialog radio dan dialog interaktif
melalui radio yang digabungkan dengan acara hiburan. Dengan demikian acara
tersebut akan diikuti oleh masyarakat.
2. Siaran TVRI (khusunya Siaran Lokal).
TVRI Lokal mempunyai keunggulan karena luasnya wilayah yang dapat
dijangkau oleh siaran dan mampu
menjangkau semua wilayah pedalaman/perdesaan serta cukup menarik. Tetapi ada
beberapa kelemahan seperti:
Tidak semua masyarakat sasaran (masyarakat miskin), memiliki
pesawat TV, Sulitnya membuat kemasan acara yang benar-benar menarik masyarakat
.
Meskipun demikian akhir-akhir ini nampaknya acara TVRI lokal sudah
mulai digemari dan diikuti oleh masayarakat, termasuk acara dialog interaktif
yang disiarkan sesuai dengan permasalahan yang sedang berkembang. Hal ini
merupakan kesempatan bagi sekolah untuk menampilkan prestasi yang dicapai
kepada masyarakat secara luas. Untuk itu siaran
perlu didesain dalam bentuk:
Dialog interaktif dengan menampilkan Pejabat Dinas Pendidikan
setempat, Kepala Sekolah, Tokoh
masyarakat (termasuk tokoh-tokoh dari dunia usaha) dan tokoh agama serta Tokoh Pendidik. Pada dialog ini
masing-masing peserta berbicara menurut perspektif masing-masing. Tokoh agama
membahas pandangan agama terhadap kewajiban belajar, dsb. Di samping itu dalam
dialog ini akan dapat diungkap apa harapan masyarakat dan tokoh masyarakat
tentang pendidikan dan masyarakat tahu/mengerti apa harapan lembaga pendidikan
terhadap masyarakat.
Release-release berita tentang kegiatan yang berkaitan dengan
keberhasilan Sekolah (prestasi akademik siswa maupun prestasi non
akademi).
Diskusikan dalam
kelompok:
Coba susun dan
desain program sosialisasi tentang sekolah anda yang baru anda tempati melalui
program siaran TV local.
3. Sticker
dan Kalender (Almanak)
Sticker yang berisikan
pesan-pesan singkat dan promosi tentang sekolah dan poster- poster menarik dan
lucu merupakan media yang sangat efektif
untuk digunakan sebagai media penyebaran informasi. Hal ini didasarkan pada
alasan-alasan sebagai berikut :
Karena sticker diberikan langsung kepada anak-anak dan
msyarakat/orang tua yang memiliki anak yang sedang sekolah (disekolah yang
bersangkutan), sehingga informasi/pesan yang disampaikan dapat mencapai sasaran
langsung tanpa perantara. Sticker dapat pula berisi ajakan, seruan kepada
anak-anak untuk belajar (pengembangan minat baca) dan ajakan partisipasi kepada
orang tua murid/masyarakat untuk melakukan pengawasan belajar anak-anak serta
pengawasan perilaku dan pergaulannya.
Karena sticker ditempatkan/ditempel oleh anak-anak / masyarakat
yang menjadi sasaran di berbagai tempat yang mudah dilihat (seperti : di rumah,
mobil, sepeda motor, sepeda, kapal, perahu dll), maka frekwensi dan intensitas
interaksi media dengan masyarakat sasaran menjadi lebih banyak dan intensif.
Sebab menurut hasil penelitian semakin banyak suatu media berinteraksi dengan
pembacanya, akan dapat merubah persepsi dan perilaku sasaran interaksi. Dengan
sticker ini akan terjadi interaksi yang
sangat banyak (setiap hari).
Dengan pembagian sticker kerumah-rumah masyarakat sasaran
(anak-anak, warung dsb), akan mendapatkan penghargaan bagi masyarakat pedesaan.
Kondisi ini akan menumbuhkan perhatian dan pada gilirannya akan menimbulkan
sikap dukungan mereka terhadap program sekolah yang disosialisasikan.
Sticker sebagai media cukup murah dan mudah didesain. Disamping
itu sticker ini akan mampu bertahan minimal satu tahun. Dengan demikian isi
pesan yang ada akan selalu dilihat dan
diingat oleh masyarakat sasaran.
Misalnya dalam sticker ini dapat dimuat pesan-pesan singkat tentang :
Sekolah sukses masa depan cerah
Putus sekolah Masa depan suram
Belajar Yes !!!!!
Obat sekolah No!!!!!
Dan lain-lain.
4. Media Poster
Media Poster sebagai media penyebaran informasi akan sangat efektif
untuk mencapai khalayak sasaran melalui
distribusi dan penempatan yang sangat felksibel. Poster dapat ditempatkan
ditengah-tengah masyarakat seperti pasar, (sebagai tempat pertemuan mingguan
masyarakat perdesaan), kantor pelayanan masyarakat desa (kantor Kepala Desa,
Rumah RT dsb), bahkan dapat diberikan langsung ke rumah-rumah ssaran, serta
tempat-tempat lainnya. Dengan demikian poster diarahkan untuk mencapai khalayak
sasaran sebagai berikut:
a. Masyarakat/orang tua yang memiliki anak
usia sekolah, anaknya terancam DO dan orang tua yang anaknya lulus SD/MI tapi
tidak melanjutkan atau diduga tidak akan melanjutkan ketingkat SLTP,
lebih-lebih pada saat ini tentang pelaksanaan ujian akhir nasional, hal ini
sangat penting untuk dikembangkan dan ditumbuhkan agar mereka siap dan
mengantisipasi dengan pembimbingan tersebut.
b. Tokoh masyarakat dan tokoh agama.
c. Institusi-institusi masyarakat seperti
tempat pengajian, langgar, mushola dan mesjid.
d. Kantor Pelayanan Masyarakat
(Sekolah-sekolah dan kantor pendidikan di Kabupaten/Kodya dan Kecamatan.
Agar poster ini benar-benar dapat menyentuh dan menggugah kemauan
orang tua murid/masyarakat untuk mendukung program belajar anak dan program
sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah atau pengembangan sekolah, maka pesan
harus didesain dengan pendekatan agama, dalam arti menyebutkan ayat-ayat
Alqur'an atau Hadist yang berkaitan dengan kewajiban orang tua/masyarakat untuk
mendidik, membimbing dan atau menyekolahkan anaknya sampai batas tertentu.
Pesan akan efektif dan dapat diterima oleh masyarakat apabila
diucapkan oleh tokoh yang disegani (memiliki kharismatik yang tinggi) di
tengah-tengah masyarakat.
5. Perlombaan-Perlombaan
Perlombaan-perlombaan merupakan kegiatan yang cukup menarik bagi
anak-anak usia sekolah di perdesaan, hal ini akan mampu membuat dan
meningkatkan motivasi anak berkompetisi secara sehat, seperti lomba cerdas
cermat, debat Bahasa Inggris, mengarang ceritera, lomba KIR, lomba inovatif dan
sebagainya. Hal ini sangat mendorong para siswa untuk berkompetisi dan memacu
kemampuannya baik secara individu maupun secara kelompok yang mengatas namakan
sekolah. Untuk itu maka kegiatan perlombaan perlu didesain secara tepat dan
dilaksanakan sasaran dengan sasaran yang tepat, waktu yang tepat dan substansi
yang akurat. Kegiatan-kegiatan perlombaan yang cukup menarik dan disaksikan
oleh orang banyak (termasuk orang tua/masyarakat) adalah sebagai berikut:
6. Leaflet
Leaflet sebagai salah satu media untuk mnyebarkan informasi,
merupakan salah satu cara yang cukup efektif. Sebab dengan media ini informasi
dapat diberikan secara lebih jelas dan lengkap. Di samping itu apabila media
ini diberikan kepada Tokoh masyarakt, tokoh agama, orang tua dan tokoh-tokoh
lainnya, akan menjadi bahan informasi yang jelas agar mereka dapat menjelaskan
secara lengkap tentang program belajar
atau program sekolah/pendidikan kepada masyarakat sasaran. Dengan demikian
mereka merupakan kepanjangan tangan Depdiknas, sekolah atau institusi pendidikan
dalam menyebarlusakan informasi secara
benar dan lengkap.
7. Dialog Langsung dengan Masyarakat (Pertemuan Sekolah
dengan Masyarakat/ Orang Tua
Murid)
Edward F DeRoche menyatakan bahwa ada 4 tujuan dilaksanakannya
kegiatan pertemuan antara orangb tua murid/masyarakat dengan pihak sekolah,
yaitu:
a. For the teacher and
the parents to get to know each other
b. For the teachers to
share information about the child’s academic progress and behavior with the
parents
c. For parent to share
information about the child’s out of school behavior and activities with the
teacher
d. For both to examine
solution to problems and to develop ways of maintaining positive behavior and
achivement
Dialog langsung ini dapat dilakukan dengan orang tua murid, tokoh
masyarakat dan atau tokoh agama serta tokoh pendidikan lainnya tentang program
belajar dan program sekolah, lebih-lebih yang berkaitan dengan
kebijakan-kebijakan baru yang diambil oleh pemerintah/sekolah, yang akan
berakibat pada orang tua. Dialog akan sangat efektif apabila dilakukan langsung
dengan masyarakat/orang tua murid yang menjadi sasaran khusus. Oleh sebab itu
dialog dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan yang ada di
masyarakat seperti: Kelompok Pengajian, Kelompok Yasinan. Kelompok Shalawat dan
kelompok-kelompok lainnya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat
perdesaan.
Melalui pertemuan yang dilakukan secara berkala akan terjadi
saling tukar menukar informasi (terjadi face to face relationship) antara
sekolah dengan orang tua murid/masyarakat. Di dalam pertemuan atau dialog ini
segala permasalahan yang dihadapi baik oleh sekolah maupun oleh orang tua
murid/masyarakat minimal diketahui bersama yang pada gilirannya akan dapat
dicari pemecahannya secara bersama. Pertemuan secara berkala ini dapat
dilakukan pada awal tahun ajaran, setelah catur wulan (setelah pembagian
raport) atau setelah tahun ajaran berakhir.
Salah satu pertemuan orang tua murid dengan pihak
sekolah/guru/wali kelas yang selama ini cukup banyak digunakan oleh
sekolah-sekolah adalah pembagian raport yang dilakukan melalui orang tua siswa.
Pembagian raport melalui orang tua murid ini memiliki keunggulan
tersendiri sebagai teknik hubungan sekolah dengan masyarakat apabila dilakukan
secara benar. Sebab melalui kegiatan ini orang tua akan mengetahui apa yang
dikehendaki oleh pihak sekolah dalam membantu anak didik pada saat berada di
rumah. Di samping itu orang tua akan tahu secara langsung dari guru (wali
kelas) tentang kedudukan anaknya di dalam kelas (termasuk pandai, sedang,
bodoh, nakal, disiplin, bahkan masalah yang dialami anak dalam belajar). Karena
itu prosedur pembagian raport yang benar harus dilakukan. Hal terpenting yang
harus terjadi pada saat pembagian raport bukanlah hanya sekedar orang tua murid
datang dan menerima raport anaknya, tetapi terjadi dialog antara kepala
sekolah, guru dengan orang tua murid tentang berbagai hal antara lain:
a. Progress atau kemajuan yang diperoleh anak dan
prestasi sekolah, khususnya prestasi akademik maupun prestasi non akademik.
Secara khusus progress anak dalam satu semester atau satu tahun ajaran perlu
disampaikan secara umum kepada semua orang tua murid. Pada anak tertentu (yang
dianggap bermasalah) perlu disampaikan berbagai hal yang terkait dengan anak
seperti perilaku keseharian, disiplin, motivasi belajar dan lain-lain secara
khusus (face to face) oleh wali kelas.
b. Program. Program apa yang akan dilakukan
sekolah dalam satu semester yang akan datang atau satu tahun yang akan datang,
perlu diberitahukan kepada masyarakat/ orang tua murid agar mereka mendapat
kejelasan kemana arah pengembangan sekolah ini di masa yang akan datang.
Program jangka panjang maupun jangka pendek bahkan kalau perlu program harian
sekolah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan harus pula mendapat
perhatian yang serius pada saat pertemuan dengan orang tua murid/masyarakat.
c. Problem, yaitu berbagai permasalahan yang
dihadapi sekolah, khususnya masalah yang dihadapi anak dalam proses pendidikan
di sekolah, sehingga orang tuanya mengerti apa dan bagaimana mereka harus
berperan dalam membantu sekolah untuk meningkatkan kualitas anaknya
masing-masing.
Tugas diskusi
problem solving:
Coba anda diskusikan kalau seandainya anda kepala sekolah beserta
dewan guru akan menyelenggarakan pembagian raport di akhir semester melalui
orang tua murid. Bagaimana prosedur yang baik dalam pembagian raport tersebut
agar benar-benar dapat mencapai sasaran. Kondisi sekolah anda termasuk yang
tidak menonjol dalam prestasi akademik dan beberapa siswa bermasalah dengan
kemampuan akademik dan perilaku kedisiplinan.
8. Kunjungan Ke Rumah (Home Visitation)
Home visitation merupakan salah satu cara dalam melaksanakan
hubungan sekolah dengan masyarakat/orang tua murid yang dapat mempererat
hubungan antara sekolah deng orang tua murid. Melalui kunjungan ini ada beberapa
manfaat yang diperoleh yaitu:
a. Sekolah mengenal situasi yang sebenarnya
baik dari orang tua murid maupun dari siswa secara langsung. Hal ini dapat
berfungsi sebagai cross chek bagi sekolah mengenai kondisi, karakter maupun
kepribadian dan perilaku belajar anak di rumah.
b. Orang tua murid akan mendapat keterangan
yang sebenarnya tentang anaknya di sekolah, yang berkenaan dengan: hasil
belajarnya, tingkah laku dan pergaulan di sekolah, kehadiran di sekolah,
prestasi non akademik dan lain sebagainya.
c. Sekolah akan memperoleh data dan gambaran
yang lengkap dan akurat tentang siswa di rumah, sikap orang tua siswa dalam
kehidupan di rumah atau pola pergaulan dalam keluarga.
d. Sekolah akan memperoleh data tentang
kebutuhan orang tua akan pendidikan anaknya di sekolah, beserta berbagai
harapan yang mereka inginkan terhadap sekolah.
Informasi-informasi tersebut sangat diperlukan, baik oleh sekolah
maupun bagi orang tua murid dan keluarganya dalam upaya membantu memecahkan
permasalahan yang dihadapi siswa dalam belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat
Jacobson yang menyatakan bahwa: Knowledge of the childrens beckround in a
teacher,s class or home is invaluable, because it result in clearer insight by
teachers into the problems wich condition the particular children.
Diskusi.
Coba anda
diskusikan instrument yang akan digunakan dlam kegiatan kunjungan ke rumah. Hal
pokok yang diinginkan sekolah dalam kunjungan ke rumah adalah bagaimana
meningkatkan peran serta masyarakat terhadap sekolah.
9. Partisipasi Sekolah dengan Masyarakat
Lingkungan
Sekolah dapat berpartisipasi dengan masyarakat setempat, melalui
kegiatan-kegiatan yang bersifat umum, misalnya turut kerja bakti, gotong royong
kebersihan lingkungan dan sebagainya. Melalui kegiatan ini akan dapat menciptakan
saling pengertian antara sekolah dengan masyarakat setempat. Adanya saling
pengertian ini akan membuahkan tumbuhnya saling membantu. Apabila ini dapat
tercipta maka :
a. Apa yang diperbuat sekolah akan sesuai
dengan keinginan masyarakat
b. Masyarakat akan memberikan bantuannya
sesuai dengan apa yang diharapkan sekolah.
Hal tersebut sesuai dengan pendapat Chamberlain and Kindred yang
menyatakan bahwa: Throug this exchange of ideas teacher (and principal) can
interpret the school to the community, and community can be interpreted to the
school.
Melalui parrtisipasi sekolah dalam kegiatan masyarakat ini
akanmenumbuhkan kepekaan social sekolah terhadap lingkungannya. Hal ini
memberikan nilai tambah bagi anak didik dalam rangka pembentukan karakter yang
peka terhadap lingkungan. Kegiatan seperti kebersihan lingkungan, penanaman
pohon/penghijauan, membantu panti asuhan/ kunjungan, bantuan korban bencana
(misalnya banjir, kebakaran) maupun kegiatan lainnya di masyarakat sangat
mendukung pembentukan kepekaan social, solidaritas social.
Untuk terlaksananya kegiatan tersebut secara efektif, diperlukan
persiapan yang matang oleh sekolah dengan terlebih dahulu dilakukan:
a. pembentukan kepanitiaan yang melibatkan
guru dan siswa serta orang tua siswa (bila diperlukan)
b. penetapan sasaran kegiatan/lokasi dan
jenis kegiatan.
c. Persiapan pembekalan awal kepada peserta
kegiatan
d. Persiapan bahan yang diperlukan untuk
kegiatan
e. Serta kemungkinan-kemungkinan lain yang
tak terduga.
10. Surat Kabar Sekolah
Surat kabar sekolah merupakan media informasi yang dapat
disebarkan keberbagai pihak, institusi maupun sasaran lainnya secara luas.
Melalui surat kabar sekolah ini banyak informasi yang dapat
diberikan/disosialisasikan kepada berbagai sasaran.
Penggunaan surat kabar sekolah sebagai media memberikan informasi
kepada masyarakat memberikan nilai tambah yang besar, tidak hanya memberikan
informasi kepada masyarakat sekolah dan orang tua/msyarakat umum tentang
sekolah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi siswa khususnya dalam
meningkatkan kemampuan menulis melalui latihan sebagai penulis/wartawan kecil.
Hal ini mendorong siswa untuk banyak membaca dan menggunakan bahasa secara baik
dan benar.
Diskusi:
Buat susunan redaktor pelaksana koran sekolah, dan rencana isi
koran sekolah yang akan diterbitkan.
Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa: apabila masyarakat
menganggap sekolah merupakan cara dan lembaga yang dapat member keyakinan untuk
membina dan meningkatkan kualitas perkembangan anak-anaknya, mereka akan mau
berpartisipasi kepada lembaga pendidikan (Walsh). Untuk mengikutsertakan
masyarakat dalam pengembangan pendidikan para manajer pendidikan/kepala sekolah
memegang peranan yang sangat strategis dan menentukan. Kepala sekolah dapat
melalui tokoh-tokoh masyarakat secara aktif menggugah perhatian mereka untuk
memahami dan membantu sekolah dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan
sekolah dan masyarakat. Mereka dapat diundang untuk membahas bentuk-bentuk
kerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan, tukar menukar pendapat bahkan adu
argumentasi dan sebagainya dalam mencari solusi peningkatan mutu pendidikan.
Bentuk partisipasi bagaimana yang diharapkan sekolah terhadap orang tua murid,
tentunya didasarkan pada tujuan apa yang hendak dicapai oleh sekolah dalam
proses pendidikan di sekolah.
Tujuan yang ingin dicapai sekolah pada hakekatnya adalah tujuan
pendidikan secara nasional. Tujuan tersebut apabila kita butiri terlihat
unsure-unsur sebagai berikut: Manusia yang bertaqwa, berbudi pekerti dan
berkepribadian, Disiplin, bekerja keras, bertanggung jawab serta mandiri,
Cerdas dan terampil, Sehat jasmani dan rohani, Cinta tanah air dan mempunyai
semangat kebangsaan serta kesetiakawanan sosial.
Edawar F DeRoche menyebutkan ada beberapa hal
pokok yang harus ditekankan dan menjadi perhatian utama untuk dibina,
dikembangkan dan ditingkatkan sekolah melalui
kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu:
1. Children’s and Parents work habits
2. Structur, routin and priorities
3. Time to study, work, play, sleep, read
4. Space to do these things
5. Responsibility, punctually and sharing
6. Academic guidance and support
7. encouragement, interest and commitment
8. prise, approval and reward
9. knowledge of the child’s strengths,
weaknesses and learning problems
10. supervision of child’e homework, study and
activities
11. use reference materials
12. Stimulation to explore and discuss ideas and events
13. family/parent/child activities
14. conversations, games, hobbies, play, reading
15. family cultural activities
16. discussion of books, television, enwspaper,
magazines
17. language development in the home
18. mastery of mother tongue
19. correct language usage
20. good speech habits
21. vocabulary and sentence pattern development
22. listening, reading, talking and writing
23. Academic aspirations and expectations
24. motivation to learn well
25. support, encouragement
26. parents’knowledge of school activities,
teachers, classes, subjects
27. standards and expectations
28. assistence to child’e aspirations
29. plans fir high school, college the future
30. friendships with others who have an interest
in education
30. sacrifices of time and money
Apabila kita cermati pendapat di atas, nampak bahwa apa yang
diinginkan sekolah dari orang tua murid sebenarnya lebih cenderung untuk
meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa. Jadi komunikasi antara
sekolah dengan masyarakat sebenarnya tidak hanya mencari bantuan uang/material
semata-mata, apalagi kalau bantuan materaial menjadi tujuan utama dalam
hubungan sekolah dengan masyarakat. Kondisi inilah sebenarnya yang menyebabkan
sering terjadi orang tua malas atau bahkan tidak mau datang ke sekolah kalau
mendapat undangan dari pihak sekolah.
Apabila Masyarakat memandang sekolah (lembaga pendidikan) sebagai
lembaga yang memiliki cara kerja yang
meyakinkan dalam membina perkembangan anak-anak mereka, maka masyarakat akan berpartisipasi kepada
sekolah. Namun keadaan demikian belum terjadi sepenuhnya di negara-negara
berkembang, bahkan masih sangat banyak masyarakat (orang tua murid) yang belum
meyakini, belum tahu atau belum mengerti apa dan bagaimana sekolah melakukan
proses pendidikan bagi anak-anaknya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai
hal, seperti ketidaktahuan mereka tentang pentingnya keterlibatan orang
tua/masyarakat dalam memajukan pendidikan, ketidakmampuan mereka dalam membantu
sekolah/pendidikan karena status social ekonomi mereka yang tergolong rendah,
bahkan dapat juga disebabkan karena ketidak pedulian mereka akan pendidikan
padahal mereka sebenarnya memliki tingkat pendidikan yang memadai dan status
social ekonomi yang tinggi.
Untuk melibatkan masyarakat dalam peningkatan mutu sekolah, maka
para manajer sekolah (kepala sekolah) sudah seharusnya aktif menggugah
perhatian masyarakat, tokoh masyarakat,
tokoh agama dan sebagainya untuk bersama-sama berdiskusi atau bertukar pikiran
untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi sekolah sambiul memikirkan
apa dan bagaimana seharusnya kegiatan dan program kerja di masa depan.
Komunikasi tentang ppendidikan kepada amasyarakat tidak cukup
hanya dengan informasi verbal saja, tetapi perlu dilengkapi dengan pengalaman
nyata yang ditunjukkan kepada masyarakat agar timbul citra positif tentang
pendidikan di kalangan mereka, sebab
masyarakat pada umumnya ingin bukti nyata sebelum mereka memberikan dukungan
(National school Public Relation Association). Bukti itu dapat ditunjukkan
berupa pameran hasil produk sekolah, tayangan keberhasilan siswa sebagai juara
cerdas cermat, juara oleh raga, tayangan penemuan inovetif produktif siswa dan
sekolah dan sebagainya.
Yang menarik bagi masyarakat sebenarnya adalah apabila lembaga
pendidikan sanggup mencetak lulusan yang siap pakai. Lulusan yang bermutu
(misalnya sebagian besar siswanya dapat melanjutkan sekolah ke sekolah yang
lebih tinggi dan berkualitas).
Di negara-negara amaju, terutama yang menganut sistem
desentralisasi sekolah dikreasikan dan dipertahankan oleh masyarakat (Walsh,
1979). Kesadaran mereka sebagai pemilik dan penangggung jawab pendidikan sudah
sangat tinggi, sedangkan di negara yang sedang berkembang masyarakat masih
sangat menggantungkan mutu pendidikan kepada pihak pemerintah, padahal pemerintah
sendiri sangat kekurang dana untuk hal tersebut.
Beberapa contoh
partisipasi masyarakat dalam pendidikan ialah:
1. Mengawasi perkembangan pribadi dan proses
belajar putra-putrinya di rumah dan bila perlu memberi laporan dan
berkonsultasi dengan pihak sekolah. Hal memang agak jarang dilakukan oleh orang
tua murid, mengingat kesibukan bekerja atau karena alas an lain. Tetapi hal ini
perlu ditingkatkan peran serta masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan
anak-anak mereka. Kenakalan anak sekolah dan lain-lain yang terjadi selama ini
antara lain akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pada saat anak berada di
luar sekolah.
2. Menyediakan fasilitan belajar di rumah dan
membimbing putra-putrinya agar belajar dengan penuh motivasi dan perhatian. Hal
ini sering menjadi masalah bagi orang tua murid, khususnya dalam fasilitas
belajar dan membimbing anak.
3. Menyediakan perlengkapan belajar yang
dibutuhkan untuk belajar di lembaga pendidikan (sekolah)
4. Berusaha melunasi SPP dan bantuan
pendidikan lainnya
5. Memberikan umpan balik kepada sekolah
tentang pendidikan, terutama yang menyangkut keadaan putra-putrinya. Umpan
balik dari orang tua tentang keadaan yang sebenarnya putra-putrinya sangat
jarang dilakukan, karena mereka beranggapan akan mempengaruhi penilaian sekolah
dan guru tentang anaknya. Oleh sebab itu penegasan sekolah untuk memilah mana
yang terkait dan berpengaruh terhadap penilaian dan mana informasi yang
diperlukan untuk perbaikan dan pembinaan anak-anak perlu dilakukan oleh
sekolah, dengan demikian tida ada perasaan takut dari orang tua untuk
memberikan informasi kepada sekolah tentang anaknya.
6. Bersedia datang ke sekolah bila diundang
atau diperlukan oleh sekolah. Upayakan memberikan keyakinan kepada orang tua
bahwa kedatangan mereka sangat penting untuk kemajuan anaknya di sekolah, dan
hindarkan permintaan sumbangan dalam bentuk uang sebagai pokok persoalan yang
dibahas apabila mengundang orang tua murid, lebih-lebih pada sekolah yang orang
tuanya sebagian terbesar adalah masyarakat menengak ke bawah.
7. Ikut berdiskusi memecahkan masalah-masalah
pendidikan seperti sarana, pra sarana, kegiatan, keuangan, program kerja dan
sebagainya.
8. Membantu fasilitas-fasilitan belajar yang
dibutuhkan sekolah dalam memajukan proses pembelajaran.
9. Meminjami alat-alat yang dibutuhkan
sekolah untuk berpraktek, apabila sekolah memerlukannya
10. Bersedia menjadi tenaga pelatih/nara sumber
bila diperlukan oleh sekolah
11. Menerima para siswa dengan senang hati bila
mereka belajar di lingkungan masyarakat (praktikum misalnya)
12. Memberi layanan/penjelasan kepada siswa
ayang sedang belajar di masyarakat
13. Menjadi responden yang baik dan jujur
terhadap penelitian-penelitian siswa dan lembaga pendidikan
14. Bagi ahli pendidikan bersedia menjadi
ekspert dalam membina lembaga pendidikan yang berkualitas
15. Bagi hartawan bersedia menjadi donator untuk
pengembangan sekolah
16. Ikut memperlncar komunikasi pendidikan
17. Mengajukan usul-usul untuk perbaikan
pendidikan
18. Ikut mengontrol jalannya pendidikan (kontrol
sosial)
19. Bagi tokoh-tokoh masyarakat bersedia menjadi
partner manajemer pendidikan dalam mempertahankan dan memajukan lembaga
pendidikan
20. Ikut memikirkan dan merealisasikan
kesejahteraan personalia pendidikan.
Di samping pendapat di atas, ada pendapat lain yang dikembangkan
berdasarkan beberapa hasil kajian, yang secara rinci menyebutkan bahwa
partisipasi masyarakat dalam pendidikan yang sangat diharapkan sekolah adalah
sebagai berikut:
1 . Mengawasi/membimbing kebiasaan anak belajar
di rumah
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam memberikan bimbingan
kebiasaan anak belajar di rumah adalah sebagai berikut:
a. Mendorong anak dalam belajar secara
teratur di rumah, termasuk dalam hal ini peranan orang tua membimbing dan
memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak di rumah.
b. Mendorong anak dalam menyusun jadwal dan
struktur waktu belajar serta menetapkan prioritas kegiatan di rumah, pengawasan
pelaksanaan jadwal belajar dirumah menjadi sangat penting bagi orang tua murid.
Hal ini harus mendapat perhatian bagi sekolah untuk diberikan informasi yang
jelas dan lengkap tentang apa dan bagaimana mereka bias melakukan kegiatan
tersebut.
c. Membinbing dan mengarahkan anak dalam
penggunaan waktu belajar, bermain dan istirahat.
d. Membimbing dan
mengarahkan anak melakukan sesuatu kegiatan yang menunjang pelajaran di
sekolah. Orang tua diharapkan berperan aktif dalam membimbing anakdan
memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang
menunjang pembentukan dirinya kea rah kedewasaan.
2. Membimbing dan Mendukung Kegiatan Akademik
anak
a. Mendorong dan menumbuhkan minat anak untuk
rajin membaca dan rajin belajar (minat Baca). Penciptaan situasi yang
kondusif ikloim yang menumbuhkan minat
baca sangat diperlukan di lingkungan keluarga agar ada kesamaan antara iklim
yang tercipta di sekolah dengan di rumah. Hal ini akan mempercepat peningkatan
mutu belajar anak.
b. Memberikan penguatan kepada anak untuk
melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya. Pemberian hadiah, pujian dan
lain-lain sangat diperlukan untuk memperkuat perilaku positif anak.
c. Menyediakan bahan yang tepat serta
fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak dalam belajar
d. Mengetahui kekuatan dan kelemahan anak
serta problem belajar dan berusaha untuk memberikan bimbingan
e. Mengawasi pekerjaan rumah, aktivitas
belajar anak
f. Menciptakan suasana rumah yang mendukung
kegiatan akademik anak
g. Membantu anak secara fungsional dalam
belajar dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah tepat waktu.
3. Memberikan dorongan untuk meneliti,
berdiskusi tentang gagasan dan atau
kejadian-kejadian aktual
a. Mendorong anak untuk
suka meneliti serta mamiliki motivasi menulis analitis/ilmiah
b. Menyediakan fasilitas bagi anak-anak untuk
melakukan penelitian
c. Mendorong anak untuk melakukan kegiatan
ilmiah
d. Berdiskusi
dan berdialog dengan anak tentang ide-ide, gagasan atau tentang bahan pelajaran
yang baru, aktivitas yang bermanfaat, masalah-masalah aktual dan sebagainya.
4. Mengarahkan aspirasi dan harapan akademik
anak
a. Memberikan motivasi
kepada anak untuk belajar dengan baik sebagai bekal masa depan.
b. Mendorong dan
mendukung aspirasi anak dalam belajar
c. Mengetahui aktivitas
sekolah dan aktivitas anak dalam mempelajari sesuatu.
d. Mengetahui standar
dan harapan sekolah terhadap anak dalam belajar
e. Hadir pada pertemuan
guru dengan orang tua murid yang diselenggarakan oleh sekolah
f. Memberikan ganjaran
positif terhadap performansi anak di rumah atau di sekolah yang mendukung
belajar anak.
Mengingat besarnya pengaruh orang tua murid terhadap prestasi
aspek kognitif, afektif dan psikomotor, Radin seperti dikutif oleh Seifert
& Hoffnung (1991) menjelaskan ada enam kemungkinan caya yang dapat
dilakukan orang tua murid dalam mempengaruhi anaknya, yaitu:
1. Modelling of
behaviors (pemodelan perilaku), yaitu gaya dan cara orang tua berperilaku
dihadapan anak-anak, dalam pergaulan sehari-hari atau dalam setiap kesempatan
akan menjadi sumber imitasi bagi anak-anaknya. Yang diimitasi oleh oleh
anak-anak tentunya tidak hanya perilaku yang baik-baik saja, tetapi juga yang
berkaitan dengan perilaku yang buruk, kasar dan sebagainya di lingkungan
masyarakat atau di lingkungan rumah seperti marah-marah, berbicara kasar dan
sebagainya, maka kecenderungan peniruan perilaku tersebut oleh anak akan sangat
besar. Oleh sebab itu orang tua ataupun lingkungan keluarga dan masyarakat yang
menunjukkan perilaku negatif akan sangat mempengaruhi perilaku anak di rumah,
di sekolah, maupun dimasyarakat. Dalam kaitan dengan hal ini diperlukan
kesamaan nilai dan norma yang berlaku di sekolah dengan yang berlaku di
keluarga dan masyarakat. Agar ketiga lingkungan tersebut memiliki kesamaan maka
sekolah memiliki kewajiban untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang
apa dan bagaimana nilai dan norma yang berlaku di sekolah, dan harapan kepada
keluarga (orang tua murid) dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai dan
norma tersebut.
2. Giving rewards and
punishments (memberikan ganjaran dan hukuman). Cara orang tua memberikan
ganjaran dan hukuman juga mempengaruhi terhadap perilaku anak. Ganjaran
terhadap perilaku yang baik dari orang tua dapat memperkuat perilaku tersebut
untuk diulang kembali pada kesempatan lain oleh anak, agar dia kembali
mendapatkan ganjaran/hadiah dari orang tuanya. Sebaliknya hukuman (yang
bersifat mendidik) akan memperlemah pengulangan kembali perilaku yang sama pada
kesempatan lainnya.
3. Direct instruction
(perintah langsung), pemberian perintah secara langsung atau tidak langsung
memberi pengaruh terhadap perilaku, seperti ungkapan orang tua “ jangan malas
belajar kalau ingin dapat hadiah” pernyatan ini sebenarnya perintah langsung
yang lebih bijaksana, sehingga dapat menumbuhkan motivasi anak untuk lebih giat
belajar. Hal ini disebabkan karena anak memahami apa yang diinginka oleh orang
tua. Bagaimana sekolah memberikan informasi kepada orang tua tentang hal ini
akan berpengaruh seberapa banyak hal ini juga dilakukan oleh sekolah terhadap
anak-anaknya. Banyak masyarakat tidak mengerti bagaimana penghargaan dan
hukuman yang akan memberikan dampak bagi proses pendidikan, misalnya pemberian
orang tua yang berlebihan secara material yang sebenarnya akan berpengaruh
negative, malah oleh orang tua tidak dipahami. Akibatnya setelah terjadi
penyimpangan perilaku akibat pemberian yang berlebihan tersebut baru mereka
sadar.
4. Stating rules
(menyatakan aturan-aturan), menyatakan dan memjelaskan aturan-aturan oleh orang
tua secara =berulang kali akan memberikan peringatan bagi anak tentang apa yang
harus dilakukan dan apa yang harus dihindarkan oleh anak.
5. Reasoning (nalar).
Pada saat-saat menjengkelkan, orang tua bisa mempertanyakan kapasitas anak
untuk bernalar, dan cara itu digunakan orang tua untuk mempengaruhi anaknya,
misalnyan orang tua bisa mengingatkan anaknya tentang kesenjangan perilaku
dengan nilai-nilai yang dianut melalui pernyataan-pernyataan. Contohnya “
sekarang rangking kamu jelek, karena kamu malas belajar, bukan karena kamu
bodoh! “.
6. Providing materials
and settings. Orang tua perlu menyediakan berbagai fasilitas belajar yang
diperlukan oleh anak-anaknya seprti buku-buku dan lain sebagainya. Tetapi buku
apa dan fasilitas apa yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, banyak orang tua
tidak memahaminya. Untuk itu dalam kegiatan hubungan dengan orang tua murid,
kebutuhan-kebutuhan tersebut perlu disampaikan agar mereka dapat
menyesuaikannya.
0 komentar:
Posting Komentar