Pelaksanaan manajemen peran serta masyarakat
yang baik tidak hanya tergantung pada perencanaan dan persiapan materi yang
baik, tetapi sangat tergantung pada ketepatan dalam menentukan dan menggunakan
teknik komunikasi yang digunakan.
Elsbree dam Mc Nally menyatakan beberapa teknik hubungan sekolah dengan
masyarakat sebagai berikut: Newspapers, Radio Programme, Parent Teacher Association
Meeting, Special Bulleten for parent,
Active Participation of Staff off staff in community organization.
Senada dengan pendapat di atas Leonard V Koes,
juga menyatakan beberapa teknik dalam melakukan hubungan sekolah dengan
masyarakat sebagai berikut: The Public frequently reported as used with patrons
and the general public exhibits, local newspaper, commencement exercisee,
bulletins to home, home and school visitations, parent teachers assosiation,
service to community organization report and radio.
Edward F DeRoche menyebutkan ada 25 cara dalam
melaksanakan hubungan antara sekolah dengan masyarakat yaitu: 1. Education
weeks; 2.Recognition days; 3. Home visits
1.
Teachers aides
2.
CARD (Community Agency Recognation Day)
3.
Parent Teachers Conference
4.
Speaker’s Bureau
5.
Open House
6.
Home Study
7.
School and classroom newsletters
8.
Calenders
9.
Voting Reminder card
10.
Success card
11.
Local Newspaper
12.
Career Specialist
13.
Slide presentation
14.
Coffe hour
15.
Activity Displays
16.
Class project in the community
17.
Letters to the editor
18.
Public performances
19.
Fairs and tours
20.
Telephone hotline
21.
Strategy borrowing
22.
Suggestion boxes
Apabila kita cermati dari beberapa pendapat
tersebut, nampak bahwa pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai
cara dan media baik media langsung (tatap muka) maupun media tidak langsung.
Bahkan dalam perkembangan teknologi sekarang, hubungan sekolah dengan
masyarakat sebenarnya dapat dilakukan menggunakan teknologi modern seperti
telpon, internet dan sebagainya.
Berikut ini ada beberapa
teknik yang dapat dipertimbangkan sebagai salah satu metode dalam pelaksanaan
hubungan sekolah dengan masyarakat yang umum dan memungkinkan untuk
dilaksanakan di sekolah.
1. Siaran
Radio
Siaran
radio sebagai sarana penyebaran informasi memiliki keunggulan dalam luasnya
wilayah penyebaran informasi yang dapat dijangkau dalam waktu yang bersamaan.
Dengan demikian dalam waktu yang singkat dapat disebarkan informasi kesemua
pelosok perdesaan. Tetapi ada beberapa kelemahan siaran radio sebagai media
penyebaran informasi khususnya yang berkaitan dengan program pendidikan.
Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut:
Diperlukan
kemampuan yang tinggi dalam membuat, mendesain kemasan acara siaran yang mampu
menarik minat masyarakat untuk mendengarkan siaran radio. Ini berarti
memerlukan waktu yang relatif lama dan terkendala tenaga yang dimiliki oleh
sekolah belum memiliki kemampuan yang tinggi untuk merancang materi siaran
secara profesional.
Masyarakat
perdesaan pada umumnya lebih senang mendengarkan radio dalam bentuk hiburan
seperti lagu-lagu dan drama.
Untuk
itu maka, acara siaran radio apabila digunakan sebagai salah satu teknik
hubungan sekolah dengan masyarakat maka, isi siaran/materi yang harus
disampaikan dikemas melalui selingan-selingan pesan pendek diantara acara-acara
yang menarik perhatian masyarakat seperti hiburan dan sendiwara radio. Di
samping itu dapat pula dilakukan dialog radio dan dialog interaktif melalui
radio yang digabungkan dengan acara hiburan. Dengan demikian acara tersebut
akan diikuti oleh masyarakat.
2. Siaran
TVRI (khusunya Siaran Lokal).
TVRI
Lokal mempunyai keunggulan karena luasnya wilayah yang dapat dijangkau oleh
siaran dan mampu menjangkau semua
wilayah pedalaman/perdesaan serta cukup menarik. Tetapi ada beberapa kelemahan
seperti:
Tidak
semua masyarakat sasaran (masyarakat miskin), memiliki pesawat TV, Sulitnya
membuat kemasan acara yang benar-benar menarik masyarakat .
Meskipun
demikian akhir-akhir ini nampaknya acara TVRI lokal sudah mulai digemari dan
diikuti oleh masayarakat, termasuk acara dialog interaktif yang disiarkan
sesuai dengan permasalahan yang sedang berkembang. Hal ini merupakan kesempatan
bagi sekolah untuk menampilkan prestasi yang dicapai kepada masyarakat secara
luas. Untuk itu siaran perlu didesain
dalam bentuk:
Dialog
interaktif dengan menampilkan Pejabat Dinas Pendidikan setempat, Kepala
Sekolah, Tokoh masyarakat (termasuk
tokoh-tokoh dari dunia usaha) dan tokoh agama
serta Tokoh Pendidik. Pada dialog ini masing-masing peserta berbicara
menurut perspektif masing-masing. Tokoh agama membahas pandangan agama terhadap
kewajiban belajar, dsb. Di samping itu dalam dialog ini akan dapat diungkap apa
harapan masyarakat dan tokoh masyarakat tentang pendidikan dan masyarakat
tahu/mengerti apa harapan lembaga pendidikan terhadap masyarakat.
Release-release
berita tentang kegiatan yang berkaitan dengan keberhasilan Sekolah
(prestasi akademik siswa maupun prestasi non akademi).
3. Sticker dan Kalender (Almanak)
Sticker yang berisikan pesan-pesan singkat dan
promosi tentang sekolah dan poster- poster menarik dan lucu merupakan media yang sangat efektif untuk
digunakan sebagai media penyebaran informasi. Hal ini didasarkan pada
alasan-alasan sebagai berikut :
Karena
sticker diberikan langsung kepada anak-anak dan msyarakat/orang tua yang
memiliki anak yang sedang sekolah (disekolah yang bersangkutan), sehingga
informasi/pesan yang disampaikan dapat mencapai sasaran langsung tanpa
perantara. Sticker dapat pula berisi ajakan, seruan kepada anak-anak untuk
belajar (pengembangan minat baca) dan ajakan partisipasi kepada orang tua
murid/masyarakat untuk melakukan pengawasan belajar anak-anak serta pengawasan
perilaku dan pergaulannya.
Karena
sticker ditempatkan/ditempel oleh anak-anak / masyarakat yang menjadi sasaran
di berbagai tempat yang mudah dilihat (seperti : di rumah, mobil, sepeda motor,
sepeda, kapal, perahu dll), maka frekwensi dan intensitas interaksi media
dengan masyarakat sasaran menjadi lebih banyak dan intensif. Sebab menurut
hasil penelitian semakin banyak suatu media berinteraksi dengan pembacanya,
akan dapat merubah persepsi dan perilaku sasaran interaksi. Dengan sticker
ini akan terjadi interaksi yang sangat
banyak (setiap hari).
Dengan
pembagian sticker kerumah-rumah masyarakat sasaran (anak-anak, warung dsb),
akan mendapatkan penghargaan bagi masyarakat pedesaan. Kondisi ini akan
menumbuhkan perhatian dan pada gilirannya akan menimbulkan sikap dukungan
mereka terhadap program sekolah yang disosialisasikan.
Sticker
sebagai media cukup murah dan mudah didesain. Disamping itu sticker ini akan
mampu bertahan minimal satu tahun. Dengan demikian isi pesan yang ada akan selalu dilihat dan diingat oleh
masyarakat sasaran. Misalnya dalam
sticker ini dapat dimuat pesan-pesan singkat tentang :
Sekolah
sukses masa depan cerah
Putus
sekolah Masa depan suram
Belajar Yes !!!!!
Obat sekolah No!!!!!
Dan
lain-lain.
4. Media
Poster
Media Poster sebagai media penyebaran informasi
akan sangat efektif untuk mencapai
khalayak sasaran melalui distribusi dan penempatan yang sangat
felksibel. Poster dapat ditempatkan ditengah-tengah masyarakat seperti pasar,
(sebagai tempat pertemuan mingguan masyarakat perdesaan), kantor pelayanan
masyarakat desa (kantor Kepala Desa, Rumah RT dsb), bahkan dapat diberikan
langsung ke rumah-rumah ssaran, serta tempat-tempat lainnya. Dengan demikian
poster diarahkan untuk mencapai khalayak sasaran sebagai berikut:
a. Masyarakat/orang
tua yang memiliki anak usia sekolah, anaknya terancam DO dan orang tua yang
anaknya lulus SD/MI tapi tidak melanjutkan atau diduga tidak akan melanjutkan
ketingkat SLTP, lebih-lebih pada saat ini tentang pelaksanaan ujian akhir
nasional, hal ini sangat penting untuk dikembangkan dan ditumbuhkan agar mereka
siap dan mengantisipasi dengan pembimbingan tersebut.
b. Tokoh
masyarakat dan tokoh agama.
c. Institusi-institusi
masyarakat seperti tempat pengajian, langgar, mushola dan mesjid.
d. Kantor
Pelayanan Masyarakat (Sekolah-sekolah dan kantor pendidikan di Kabupaten/Kodya
dan Kecamatan.
Agar poster ini benar-benar dapat menyentuh dan
menggugah kemauan orang tua murid/masyarakat untuk mendukung program belajar
anak dan program sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah atau pengembangan
sekolah, maka pesan harus didesain dengan pendekatan agama, dalam arti
menyebutkan ayat-ayat Alqur'an atau Hadist yang berkaitan dengan kewajiban
orang tua/masyarakat untuk mendidik, membimbing dan atau menyekolahkan anaknya sampai
batas tertentu.
Pesan akan efektif dan dapat diterima oleh
masyarakat apabila diucapkan oleh tokoh yang disegani (memiliki kharismatik
yang tinggi) di tengah-tengah masyarakat.
5. Perlombaan-Perlombaan
Perlombaan-perlombaan merupakan kegiatan yang
cukup menarik bagi anak-anak usia sekolah di perdesaan, hal ini akan mampu
membuat dan meningkatkan motivasi anak berkompetisi secara sehat, seperti lomba
cerdas cermat, debat Bahasa Inggris, mengarang ceritera, lomba KIR, lomba
inovatif dan sebagainya. Hal ini sangat mendorong para siswa untuk berkompetisi
dan memacu kemampuannya baik secara individu maupun secara kelompok yang
mengatas namakan sekolah. Untuk itu maka kegiatan perlombaan perlu didesain
secara tepat dan dilaksanakan sasaran dengan sasaran yang tepat, waktu yang
tepat dan substansi yang akurat. Kegiatan-kegiatan perlombaan yang cukup
menarik dan disaksikan oleh orang banyak (termasuk orang tua/masyarakat) adalah
sebagai berikut:
6. Leaflet
Leaflet sebagai salah satu media untuk
mnyebarkan informasi, merupakan salah satu cara yang cukup efektif. Sebab
dengan media ini informasi dapat diberikan secara lebih jelas dan lengkap. Di
samping itu apabila media ini diberikan kepada Tokoh masyarakt, tokoh agama,
orang tua dan tokoh-tokoh lainnya, akan menjadi bahan informasi yang jelas agar
mereka dapat menjelaskan secara lengkap tentang program belajar atau program sekolah/pendidikan
kepada masyarakat sasaran. Dengan demikian mereka merupakan kepanjangan tangan
Depdiknas, sekolah atau institusi pendidikan dalam menyebarlusakan
informasi secara benar dan lengkap.
7. Dialog
Langsung dengan Masyarakat (Pertemuan
Sekolah dengan Masyarakat/ Orang
Tua Murid)
Edward F DeRoche menyatakan bahwa ada 4 tujuan
dilaksanakannya kegiatan pertemuan antara orangb tua murid/masyarakat dengan
pihak sekolah, yaitu:
a. For the teacher and the parents to get to know
each other
b. For the teachers to share information about the
child’s academic progress and behavior with the parents
c. For parent to share information about the
child’s out of school behavior and activities with the teacher
d. For both to examine solution to problems and to
develop ways of maintaining positive behavior and achivement
Dialog langsung ini dapat dilakukan dengan orang
tua murid, tokoh masyarakat dan atau tokoh agama serta tokoh pendidikan lainnya
tentang program belajar dan program sekolah, lebih-lebih yang berkaitan dengan
kebijakan-kebijakan baru yang diambil oleh pemerintah/sekolah, yang akan
berakibat pada orang tua. Dialog akan sangat efektif apabila dilakukan langsung
dengan masyarakat/orang tua murid yang menjadi sasaran khusus. Oleh sebab itu
dialog dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan yang ada di
masyarakat seperti: Kelompok Pengajian, Kelompok Yasinan. Kelompok Shalawat dan
kelompok-kelompok lainnya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat
perdesaan.
Melalui pertemuan yang dilakukan secara berkala
akan terjadi saling tukar menukar informasi (terjadi face to face relationship)
antara sekolah dengan orang tua murid/masyarakat. Di dalam pertemuan atau
dialog ini segala permasalahan yang dihadapi baik oleh sekolah maupun oleh
orang tua murid/masyarakat minimal diketahui bersama yang pada gilirannya akan
dapat dicari pemecahannya secara bersama. Pertemuan secara berkala ini dapat
dilakukan pada awal tahun ajaran, setelah catur wulan (setelah pembagian
raport) atau setelah tahun ajaran berakhir.
Salah satu pertemuan orang tua murid dengan
pihak sekolah/guru/wali kelas yang selama ini cukup banyak digunakan oleh
sekolah-sekolah adalah pembagian raport yang dilakukan melalui orang tua siswa.
Pembagian raport melalui orang tua murid ini
memiliki keunggulan tersendiri sebagai teknik hubungan sekolah dengan
masyarakat apabila dilakukan secara benar. Sebab melalui kegiatan ini orang tua
akan mengetahui apa yang dikehendaki oleh pihak sekolah dalam membantu anak
didik pada saat berada di rumah. Di samping itu orang tua akan tahu secara
langsung dari guru (wali kelas) tentang kedudukan anaknya di dalam kelas
(termasuk pandai, sedang, bodoh, nakal, disiplin, bahkan masalah yang dialami
anak dalam belajar). Karena itu prosedur pembagian raport yang benar harus
dilakukan. Hal terpenting yang harus terjadi pada saat pembagian raport
bukanlah hanya sekedar orang tua murid datang dan menerima raport anaknya,
tetapi terjadi dialog antara kepala sekolah, guru dengan orang tua murid
tentang berbagai hal antara lain:
a. Progress
atau kemajuan yang
diperoleh anak dan prestasi sekolah, khususnya prestasi akademik maupun
prestasi non akademik. Secara khusus progress anak dalam satu semester atau
satu tahun ajaran perlu disampaikan secara umum kepada semua orang tua murid.
Pada anak tertentu (yang dianggap bermasalah) perlu disampaikan berbagai hal
yang terkait dengan anak seperti perilaku keseharian, disiplin, motivasi
belajar dan lain-lain secara khusus (face to face) oleh wali kelas.
b. Program.
Program apa yang akan
dilakukan sekolah dalam satu semester yang akan datang atau satu tahun yang
akan datang, perlu diberitahukan kepada masyarakat/ orang tua murid agar mereka
mendapat kejelasan kemana arah pengembangan sekolah ini di masa yang akan
datang. Program jangka panjang maupun jangka pendek bahkan kalau perlu program
harian sekolah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan harus pula
mendapat perhatian yang serius pada saat pertemuan dengan orang tua
murid/masyarakat.
c. Problem, yaitu berbagai permasalahan yang dihadapi
sekolah, khususnya masalah yang dihadapi anak dalam proses pendidikan di
sekolah, sehingga orang tuanya mengerti apa dan bagaimana mereka harus berperan
dalam membantu sekolah untuk meningkatkan kualitas anaknya masing-masing.
Tugas diskusi problem solving:
Coba anda diskusikan kalau seandainya anda
kepala sekolah beserta dewan guru akan menyelenggarakan pembagian raport di
akhir semester melalui orang tua murid. Bagaimana prosedur yang baik dalam
pembagian raport tersebut agar benar-benar dapat mencapai sasaran. Kondisi
sekolah anda termasuk yang tidak menonjol dalam prestasi akademik dan beberapa
siswa bermasalah dengan kemampuan akademik dan perilaku kedisiplinan.
8. Kunjungan
Ke Rumah (Home Visitation)
Home visitation merupakan salah satu cara dalam
melaksanakan hubungan sekolah dengan masyarakat/orang tua murid yang dapat
mempererat hubungan antara sekolah deng orang tua murid. Melalui kunjungan ini
ada beberapa manfaat yang diperoleh yaitu:
a. Sekolah
mengenal situasi yang sebenarnya baik dari orang tua murid maupun dari siswa
secara langsung. Hal ini dapat berfungsi sebagai cross chek bagi sekolah
mengenai kondisi, karakter maupun kepribadian dan perilaku belajar anak di
rumah.
b. Orang
tua murid akan mendapat keterangan yang sebenarnya tentang anaknya di sekolah,
yang berkenaan dengan: hasil belajarnya, tingkah laku dan pergaulan di sekolah,
kehadiran di sekolah, prestasi non akademik dan lain sebagainya.
c. Sekolah
akan memperoleh data dan gambaran yang lengkap dan akurat tentang siswa di
rumah, sikap orang tua siswa dalam kehidupan di rumah atau pola pergaulan dalam
keluarga.
d. Sekolah
akan memperoleh data tentang kebutuhan orang tua akan pendidikan anaknya di
sekolah, beserta berbagai harapan yang mereka inginkan terhadap sekolah.
Informasi-informasi tersebut sangat diperlukan,
baik oleh sekolah maupun bagi orang tua murid dan keluarganya dalam upaya
membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi siswa dalam belajar. Hal ini
sesuai dengan pendapat Jacobson yang menyatakan bahwa: Knowledge of the
childrens beckround in a teacher,s class or home is invaluable, because it
result in clearer insight by teachers into the problems wich condition the
particular children.
Diskusi.
Coba anda diskusikan instrument yang akan
digunakan dlam kegiatan kunjungan ke rumah. Hal pokok yang diinginkan sekolah
dalam kunjungan ke rumah adalah bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat
terhadap sekolah.
9. Partisipasi
Sekolah dengan Masyarakat Lingkungan
Sekolah dapat berpartisipasi dengan masyarakat
setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat umum, misalnya turut kerja
bakti, gotong royong kebersihan lingkungan dan sebagainya. Melalui kegiatan ini
akan dapat menciptakan saling pengertian antara sekolah dengan masyarakat
setempat. Adanya saling pengertian ini akan membuahkan tumbuhnya saling
membantu. Apabila ini dapat tercipta maka :
a. Apa
yang diperbuat sekolah akan sesuai dengan keinginan masyarakat
b. Masyarakat
akan memberikan bantuannya sesuai dengan apa yang diharapkan sekolah.
Hal tersebut sesuai dengan pendapat Chamberlain
and Kindred yang menyatakan bahwa: Throug this exchange of ideas teacher (and
principal) can interpret the school to the community, and community can be
interpreted to the school.
Melalui parrtisipasi sekolah dalam kegiatan
masyarakat ini akanmenumbuhkan kepekaan social sekolah terhadap lingkungannya.
Hal ini memberikan nilai tambah bagi anak didik dalam rangka pembentukan
karakter yang peka terhadap lingkungan. Kegiatan seperti kebersihan lingkungan,
penanaman pohon/penghijauan, membantu panti asuhan/ kunjungan, bantuan korban
bencana (misalnya banjir, kebakaran) maupun kegiatan lainnya di masyarakat
sangat mendukung pembentukan kepekaan social, solidaritas social.
Untuk terlaksananya kegiatan tersebut secara
efektif, diperlukan persiapan yang matang oleh sekolah dengan terlebih dahulu
dilakukan:
a. pembentukan
kepanitiaan yang melibatkan guru dan siswa serta orang tua siswa (bila
diperlukan)
b. penetapan
sasaran kegiatan/lokasi dan jenis kegiatan.
c. Persiapan
pembekalan awal kepada peserta kegiatan
d. Persiapan
bahan yang diperlukan untuk kegiatan
e. Serta
kemungkinan-kemungkinan lain yang tak terduga.
10. Surat
Kabar Sekolah
Surat kabar sekolah merupakan media informasi
yang dapat disebarkan keberbagai pihak, institusi maupun sasaran lainnya secara
luas. Melalui surat kabar sekolah ini banyak informasi yang dapat
diberikan/disosialisasikan kepada berbagai sasaran.
Penggunaan surat kabar sekolah sebagai media
memberikan informasi kepada masyarakat memberikan nilai tambah yang besar,
tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat sekolah dan orang
tua/msyarakat umum tentang sekolah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi
siswa khususnya dalam meningkatkan kemampuan menulis melalui latihan sebagai
penulis/wartawan kecil. Hal ini mendorong siswa untuk banyak membaca dan
menggunakan bahasa secara baik dan benar.
Diskusi:
Buat susunan redaktor pelaksana koran sekolah,
dan rencana isi koran sekolah yang akan diterbitkan.
0 komentar:
Posting Komentar