MY TIMELINE

JOIN US HERE WE SHARE THE EXPERIENCE WE CAN, OKAY?

Minggu, 13 Oktober 2013

Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat



Pelaksanaan manajemen peran serta masyarakat yang baik tidak hanya tergantung pada perencanaan dan persiapan materi yang baik, tetapi sangat tergantung pada ketepatan dalam menentukan dan menggunakan teknik komunikasi yang digunakan.  Elsbree dam Mc Nally menyatakan beberapa teknik hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut: Newspapers, Radio Programme, Parent Teacher Association Meeting,  Special Bulleten for parent, Active Participation of Staff off staff in community organization.
Senada dengan pendapat di atas Leonard V Koes, juga menyatakan beberapa teknik dalam melakukan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut: The Public frequently reported as used with patrons and the general public exhibits, local newspaper, commencement exercisee, bulletins to home, home and school visitations, parent teachers assosiation, service to community organization report and radio.
Edward F DeRoche menyebutkan ada 25 cara dalam melaksanakan hubungan antara sekolah dengan masyarakat yaitu: 1. Education weeks; 2.Recognition days; 3. Home visits
1.         Teachers aides
2.          CARD (Community Agency Recognation Day)
3.          Parent Teachers Conference
4.          Speaker’s Bureau
5.          Open House
6.         Home Study
7.          School and classroom newsletters
8.          Calenders
9.          Voting Reminder card
10.       Success card
11.       Local Newspaper
12.       Career Specialist
13.       Slide presentation
14.       Coffe hour
15.       Activity Displays
16.       Class project in the community
17.       Letters to the editor
18.       Public performances
19.       Fairs and tours
20.       Telephone hotline
21.       Strategy borrowing
22.       Suggestion boxes
Apabila kita cermati dari beberapa pendapat tersebut, nampak bahwa pelaksanaan hubungan sekolah dengan  masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media baik media langsung (tatap muka) maupun media tidak langsung. Bahkan dalam perkembangan teknologi sekarang, hubungan sekolah dengan masyarakat sebenarnya dapat dilakukan menggunakan teknologi modern seperti telpon, internet dan sebagainya.
Berikut ini ada beberapa teknik yang dapat dipertimbangkan sebagai salah satu metode dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat yang umum dan memungkinkan untuk dilaksanakan di sekolah.
1.   Siaran Radio
      Siaran radio sebagai sarana penyebaran informasi memiliki keunggulan dalam luasnya wilayah penyebaran informasi yang dapat dijangkau dalam waktu yang bersamaan. Dengan demikian dalam waktu yang singkat dapat disebarkan informasi kesemua pelosok perdesaan. Tetapi ada beberapa kelemahan siaran radio sebagai media penyebaran informasi khususnya yang berkaitan dengan program pendidikan. Kelemahan tersebut adalah sebagai berikut:
     Diperlukan kemampuan yang tinggi dalam membuat, mendesain kemasan acara siaran yang mampu menarik minat masyarakat untuk mendengarkan siaran radio. Ini berarti memerlukan waktu yang relatif lama dan terkendala tenaga yang dimiliki oleh sekolah belum memiliki kemampuan yang tinggi untuk merancang materi siaran secara profesional.
     Masyarakat perdesaan pada umumnya lebih senang mendengarkan radio dalam bentuk hiburan seperti lagu-lagu dan drama.
     Untuk itu maka, acara siaran radio apabila digunakan sebagai salah satu teknik hubungan sekolah dengan masyarakat maka, isi siaran/materi yang harus disampaikan dikemas melalui selingan-selingan pesan pendek diantara acara-acara yang menarik perhatian masyarakat seperti hiburan dan sendiwara radio. Di samping itu dapat pula dilakukan dialog radio dan dialog interaktif melalui radio yang digabungkan dengan acara hiburan. Dengan demikian acara tersebut akan diikuti oleh masyarakat.

2.   Siaran TVRI (khusunya Siaran Lokal).
     TVRI Lokal mempunyai keunggulan karena luasnya wilayah yang dapat dijangkau oleh siaran dan  mampu menjangkau semua wilayah pedalaman/perdesaan serta cukup menarik. Tetapi ada beberapa kelemahan seperti:
     Tidak semua masyarakat sasaran (masyarakat miskin), memiliki pesawat TV, Sulitnya membuat kemasan acara yang benar-benar menarik masyarakat .
     Meskipun demikian akhir-akhir ini nampaknya acara TVRI lokal sudah mulai digemari dan diikuti oleh masayarakat, termasuk acara dialog interaktif yang disiarkan sesuai dengan permasalahan yang sedang berkembang. Hal ini merupakan kesempatan bagi sekolah untuk menampilkan prestasi yang dicapai kepada masyarakat secara luas. Untuk itu siaran  perlu didesain dalam bentuk:
     Dialog interaktif dengan menampilkan Pejabat Dinas Pendidikan setempat, Kepala Sekolah,  Tokoh masyarakat (termasuk tokoh-tokoh dari dunia usaha) dan tokoh agama  serta Tokoh Pendidik. Pada dialog ini masing-masing peserta berbicara menurut perspektif masing-masing. Tokoh agama membahas pandangan agama terhadap kewajiban belajar, dsb. Di samping itu dalam dialog ini akan dapat diungkap apa harapan masyarakat dan tokoh masyarakat tentang pendidikan dan masyarakat tahu/mengerti apa harapan lembaga pendidikan terhadap masyarakat.
      Release-release berita tentang kegiatan yang berkaitan dengan keberhasilan  Sekolah  (prestasi akademik siswa maupun prestasi non akademi).
   
3.  Sticker dan Kalender (Almanak)
      Sticker  yang berisikan pesan-pesan singkat dan promosi tentang sekolah dan poster- poster menarik dan lucu  merupakan media yang sangat efektif untuk digunakan sebagai media penyebaran informasi. Hal ini didasarkan pada alasan-alasan sebagai berikut :
     Karena sticker diberikan langsung kepada anak-anak dan msyarakat/orang tua yang memiliki anak yang sedang sekolah (disekolah yang bersangkutan), sehingga informasi/pesan yang disampaikan dapat mencapai sasaran langsung tanpa perantara. Sticker dapat pula berisi ajakan, seruan kepada anak-anak untuk belajar (pengembangan minat baca) dan ajakan partisipasi kepada orang tua murid/masyarakat untuk melakukan pengawasan belajar anak-anak serta pengawasan perilaku dan pergaulannya.
      Karena sticker ditempatkan/ditempel oleh anak-anak / masyarakat yang menjadi sasaran di berbagai tempat yang mudah dilihat (seperti : di rumah, mobil, sepeda motor, sepeda, kapal, perahu dll), maka frekwensi dan intensitas interaksi media dengan masyarakat sasaran menjadi lebih banyak dan intensif. Sebab menurut hasil penelitian semakin banyak suatu media berinteraksi dengan pembacanya, akan dapat merubah persepsi dan perilaku sasaran interaksi. Dengan sticker ini  akan terjadi interaksi yang sangat banyak (setiap hari).
      Dengan pembagian sticker kerumah-rumah masyarakat sasaran (anak-anak, warung dsb), akan mendapatkan penghargaan bagi masyarakat pedesaan. Kondisi ini akan menumbuhkan perhatian dan pada gilirannya akan menimbulkan sikap dukungan mereka terhadap program sekolah yang disosialisasikan.
      Sticker sebagai media cukup murah dan mudah didesain. Disamping itu sticker ini akan mampu bertahan minimal satu tahun. Dengan demikian isi pesan yang ada  akan selalu dilihat dan diingat oleh masyarakat sasaran.  Misalnya dalam sticker ini dapat dimuat pesan-pesan singkat tentang :
     Sekolah sukses masa depan cerah
     Putus sekolah Masa depan suram
     Belajar  Yes !!!!!
    Obat  sekolah No!!!!!
    Dan lain-lain.
     
4.   Media Poster
Media Poster sebagai media penyebaran informasi akan sangat efektif untuk mencapai  khalayak sasaran melalui distribusi dan penempatan yang sangat felksibel. Poster dapat ditempatkan ditengah-tengah masyarakat seperti pasar, (sebagai tempat pertemuan mingguan masyarakat perdesaan), kantor pelayanan masyarakat desa (kantor Kepala Desa, Rumah RT dsb), bahkan dapat diberikan langsung ke rumah-rumah ssaran, serta tempat-tempat lainnya. Dengan demikian poster diarahkan untuk mencapai khalayak sasaran sebagai berikut:
a.   Masyarakat/orang tua yang memiliki anak usia sekolah, anaknya terancam DO dan orang tua yang anaknya lulus SD/MI tapi tidak melanjutkan atau diduga tidak akan melanjutkan ketingkat SLTP, lebih-lebih pada saat ini tentang pelaksanaan ujian akhir nasional, hal ini sangat penting untuk dikembangkan dan ditumbuhkan agar mereka siap dan mengantisipasi dengan pembimbingan tersebut.
b.   Tokoh masyarakat dan tokoh agama.
c.   Institusi-institusi masyarakat seperti tempat pengajian, langgar, mushola dan mesjid.
d.   Kantor Pelayanan Masyarakat (Sekolah-sekolah dan kantor pendidikan di Kabupaten/Kodya dan Kecamatan.
Agar poster ini benar-benar dapat menyentuh dan menggugah kemauan orang tua murid/masyarakat untuk mendukung program belajar anak dan program sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah atau pengembangan sekolah, maka pesan harus didesain dengan pendekatan agama, dalam arti menyebutkan ayat-ayat Alqur'an atau Hadist yang berkaitan dengan kewajiban orang tua/masyarakat untuk mendidik, membimbing dan atau menyekolahkan anaknya sampai batas tertentu.
Pesan akan efektif dan dapat diterima oleh masyarakat apabila diucapkan oleh tokoh yang disegani (memiliki kharismatik yang tinggi) di tengah-tengah masyarakat.

 5. Perlombaan-Perlombaan
Perlombaan-perlombaan merupakan kegiatan yang cukup menarik bagi anak-anak usia sekolah di perdesaan, hal ini akan mampu membuat dan meningkatkan motivasi anak berkompetisi secara sehat, seperti lomba cerdas cermat, debat Bahasa Inggris, mengarang ceritera, lomba KIR, lomba inovatif dan sebagainya. Hal ini sangat mendorong para siswa untuk berkompetisi dan memacu kemampuannya baik secara individu maupun secara kelompok yang mengatas namakan sekolah. Untuk itu maka kegiatan perlombaan perlu didesain secara tepat dan dilaksanakan sasaran dengan sasaran yang tepat, waktu yang tepat dan substansi yang akurat. Kegiatan-kegiatan perlombaan yang cukup menarik dan disaksikan oleh orang banyak (termasuk orang tua/masyarakat) adalah sebagai berikut:
6.   Leaflet
Leaflet sebagai salah satu media untuk mnyebarkan informasi, merupakan salah satu cara yang cukup efektif. Sebab dengan media ini informasi dapat diberikan secara lebih jelas dan lengkap. Di samping itu apabila media ini diberikan kepada Tokoh masyarakt, tokoh agama, orang tua dan tokoh-tokoh lainnya, akan menjadi bahan informasi yang jelas agar mereka dapat menjelaskan secara lengkap tentang program  belajar atau program sekolah/pendidikan kepada masyarakat sasaran. Dengan demikian mereka merupakan kepanjangan tangan Depdiknas, sekolah atau institusi pendidikan dalam menyebarlusakan informasi  secara benar dan lengkap.
7.   Dialog Langsung  dengan Masyarakat (Pertemuan Sekolah dengan        Masyarakat/ Orang Tua Murid)
Edward F DeRoche menyatakan bahwa ada 4 tujuan dilaksanakannya kegiatan pertemuan antara orangb tua murid/masyarakat dengan pihak sekolah, yaitu:
a.     For the teacher and the parents to get to know each other
b.     For the teachers to share information about the child’s academic progress and behavior with the parents
c.     For parent to share information about the child’s out of school behavior and activities with the teacher
d.     For both to examine solution to problems and to develop ways of maintaining positive behavior and achivement
Dialog langsung ini dapat dilakukan dengan orang tua murid, tokoh masyarakat dan atau tokoh agama serta tokoh pendidikan lainnya tentang program belajar dan program sekolah, lebih-lebih yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan baru yang diambil oleh pemerintah/sekolah, yang akan berakibat pada orang tua. Dialog akan sangat efektif apabila dilakukan langsung dengan masyarakat/orang tua murid yang menjadi sasaran khusus. Oleh sebab itu dialog dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan yang ada di masyarakat seperti: Kelompok Pengajian, Kelompok Yasinan. Kelompok Shalawat dan kelompok-kelompok lainnya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat perdesaan.
Melalui pertemuan yang dilakukan secara berkala akan terjadi saling tukar menukar informasi (terjadi face to face relationship) antara sekolah dengan orang tua murid/masyarakat. Di dalam pertemuan atau dialog ini segala permasalahan yang dihadapi baik oleh sekolah maupun oleh orang tua murid/masyarakat minimal diketahui bersama yang pada gilirannya akan dapat dicari pemecahannya secara bersama. Pertemuan secara berkala ini dapat dilakukan pada awal tahun ajaran, setelah catur wulan (setelah pembagian raport) atau setelah tahun ajaran berakhir.
Salah satu pertemuan orang tua murid dengan pihak sekolah/guru/wali kelas yang selama ini cukup banyak digunakan oleh sekolah-sekolah adalah pembagian raport yang dilakukan melalui orang tua siswa.
Pembagian raport melalui orang tua murid ini memiliki keunggulan tersendiri sebagai teknik hubungan sekolah dengan masyarakat apabila dilakukan secara benar. Sebab melalui kegiatan ini orang tua akan mengetahui apa yang dikehendaki oleh pihak sekolah dalam membantu anak didik pada saat berada di rumah. Di samping itu orang tua akan tahu secara langsung dari guru (wali kelas) tentang kedudukan anaknya di dalam kelas (termasuk pandai, sedang, bodoh, nakal, disiplin, bahkan masalah yang dialami anak dalam belajar). Karena itu prosedur pembagian raport yang benar harus dilakukan. Hal terpenting yang harus terjadi pada saat pembagian raport bukanlah hanya sekedar orang tua murid datang dan menerima raport anaknya, tetapi terjadi dialog antara kepala sekolah, guru dengan orang tua murid tentang berbagai hal antara lain:
a.   Progress atau kemajuan yang diperoleh anak dan prestasi sekolah, khususnya prestasi akademik maupun prestasi non akademik. Secara khusus progress anak dalam satu semester atau satu tahun ajaran perlu disampaikan secara umum kepada semua orang tua murid. Pada anak tertentu (yang dianggap bermasalah) perlu disampaikan berbagai hal yang terkait dengan anak seperti perilaku keseharian, disiplin, motivasi belajar dan lain-lain secara khusus (face to face) oleh wali kelas. 
b.   Program. Program apa yang akan dilakukan sekolah dalam satu semester yang akan datang atau satu tahun yang akan datang, perlu diberitahukan kepada masyarakat/ orang tua murid agar mereka mendapat kejelasan kemana arah pengembangan sekolah ini di masa yang akan datang. Program jangka panjang maupun jangka pendek bahkan kalau perlu program harian sekolah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan harus pula mendapat perhatian yang serius pada saat pertemuan dengan orang tua murid/masyarakat.
c.   Problem, yaitu berbagai permasalahan yang dihadapi sekolah, khususnya masalah yang dihadapi anak dalam proses pendidikan di sekolah, sehingga orang tuanya mengerti apa dan bagaimana mereka harus berperan dalam membantu sekolah untuk meningkatkan kualitas anaknya masing-masing.
Tugas diskusi problem solving:
Coba anda diskusikan kalau seandainya anda kepala sekolah beserta dewan guru akan menyelenggarakan pembagian raport di akhir semester melalui orang tua murid. Bagaimana prosedur yang baik dalam pembagian raport tersebut agar benar-benar dapat mencapai sasaran. Kondisi sekolah anda termasuk yang tidak menonjol dalam prestasi akademik dan beberapa siswa bermasalah dengan kemampuan akademik dan perilaku kedisiplinan.

8.   Kunjungan Ke Rumah (Home Visitation)
Home visitation merupakan salah satu cara dalam melaksanakan hubungan sekolah dengan masyarakat/orang tua murid yang dapat mempererat hubungan antara sekolah deng orang tua murid. Melalui kunjungan ini ada beberapa manfaat yang diperoleh yaitu:
a.   Sekolah mengenal situasi yang sebenarnya baik dari orang tua murid maupun dari siswa secara langsung. Hal ini dapat berfungsi sebagai cross chek bagi sekolah mengenai kondisi, karakter maupun kepribadian dan perilaku belajar anak di rumah. 
b.   Orang tua murid akan mendapat keterangan yang sebenarnya tentang anaknya di sekolah, yang berkenaan dengan: hasil belajarnya, tingkah laku dan pergaulan di sekolah, kehadiran di sekolah, prestasi non akademik dan lain sebagainya.
c.   Sekolah akan memperoleh data dan gambaran yang lengkap dan akurat tentang siswa di rumah, sikap orang tua siswa dalam kehidupan di rumah atau pola pergaulan dalam keluarga.
d.   Sekolah akan memperoleh data tentang kebutuhan orang tua akan pendidikan anaknya di sekolah, beserta berbagai harapan yang mereka inginkan terhadap sekolah.
Informasi-informasi tersebut sangat diperlukan, baik oleh sekolah maupun bagi orang tua murid dan keluarganya dalam upaya membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi siswa dalam belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Jacobson yang menyatakan bahwa: Knowledge of the childrens beckround in a teacher,s class or home is invaluable, because it result in clearer insight by teachers into the problems wich condition the particular children.
Diskusi.
Coba anda diskusikan instrument yang akan digunakan dlam kegiatan kunjungan ke rumah. Hal pokok yang diinginkan sekolah dalam kunjungan ke rumah adalah bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat terhadap sekolah.

9.   Partisipasi Sekolah dengan Masyarakat Lingkungan
Sekolah dapat berpartisipasi dengan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat umum, misalnya turut kerja bakti, gotong royong kebersihan lingkungan dan sebagainya. Melalui kegiatan ini akan dapat menciptakan saling pengertian antara sekolah dengan masyarakat setempat. Adanya saling pengertian ini akan membuahkan tumbuhnya saling membantu. Apabila ini dapat tercipta maka :
a.   Apa yang diperbuat sekolah akan sesuai dengan keinginan masyarakat
b.   Masyarakat akan memberikan bantuannya sesuai dengan apa yang diharapkan sekolah.
Hal tersebut sesuai dengan pendapat Chamberlain and Kindred yang menyatakan bahwa: Throug this exchange of ideas teacher (and principal) can interpret the school to the community, and community can be interpreted to the school.
Melalui parrtisipasi sekolah dalam kegiatan masyarakat ini akanmenumbuhkan kepekaan social sekolah terhadap lingkungannya. Hal ini memberikan nilai tambah bagi anak didik dalam rangka pembentukan karakter yang peka terhadap lingkungan. Kegiatan seperti kebersihan lingkungan, penanaman pohon/penghijauan, membantu panti asuhan/ kunjungan, bantuan korban bencana (misalnya banjir, kebakaran) maupun kegiatan lainnya di masyarakat sangat mendukung pembentukan kepekaan social, solidaritas social.
Untuk terlaksananya kegiatan tersebut secara efektif, diperlukan persiapan yang matang oleh sekolah dengan terlebih dahulu dilakukan:
a.   pembentukan kepanitiaan yang melibatkan guru dan siswa serta orang tua siswa (bila diperlukan)
b.   penetapan sasaran kegiatan/lokasi dan jenis kegiatan.
c.   Persiapan pembekalan awal kepada peserta kegiatan
d.   Persiapan bahan yang diperlukan untuk kegiatan
e.   Serta kemungkinan-kemungkinan lain yang tak terduga.

10.          Surat Kabar Sekolah
Surat kabar sekolah merupakan media informasi yang dapat disebarkan keberbagai pihak, institusi maupun sasaran lainnya secara luas. Melalui surat kabar sekolah ini banyak informasi yang dapat diberikan/disosialisasikan kepada berbagai sasaran.
Penggunaan surat kabar sekolah sebagai media memberikan informasi kepada masyarakat memberikan nilai tambah yang besar, tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat sekolah dan orang tua/msyarakat umum tentang sekolah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi siswa khususnya dalam meningkatkan kemampuan menulis melalui latihan sebagai penulis/wartawan kecil. Hal ini mendorong siswa untuk banyak membaca dan menggunakan bahasa secara baik dan benar.
Diskusi:
Buat susunan redaktor pelaksana koran sekolah, dan rencana isi koran sekolah yang akan diterbitkan.

0 komentar: