Di samping pendapat di atas, ada pendapat lain
yang dikembangkan berdasarkan beberapa hasil kajian, yang secara rinci
menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pendidikan yang sangat
diharapkan sekolah adalah sebagai berikut:
1 . Mengawasi/membimbing
kebiasaan anak belajar di rumah
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam
memberikan bimbingan kebiasaan anak belajar di rumah adalah sebagai berikut:
a. Mendorong
anak dalam belajar secara teratur di rumah, termasuk dalam hal ini peranan
orang tua membimbing dan memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak
di rumah.
b. Mendorong
anak dalam menyusun jadwal dan struktur waktu belajar serta menetapkan
prioritas kegiatan di rumah, pengawasan pelaksanaan jadwal belajar dirumah
menjadi sangat penting bagi orang tua murid. Hal ini harus mendapat perhatian
bagi sekolah untuk diberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang apa dan
bagaimana mereka bias melakukan kegiatan tersebut.
c. Membinbing
dan mengarahkan anak dalam penggunaan waktu belajar, bermain dan istirahat.
d. Membimbing dan mengarahkan anak melakukan
sesuatu kegiatan yang menunjang pelajaran di sekolah. Orang tua diharapkan
berperan aktif dalam membimbing anakdan memberikan kesempatan kepada mereka
untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang pembentukan dirinya kea rah
kedewasaan.
2. Membimbing
dan Mendukung Kegiatan Akademik anak
a. Mendorong
dan menumbuhkan minat anak untuk rajin membaca dan rajin belajar (minat Baca).
Penciptaan situasi yang kondusif ikloim
yang menumbuhkan minat baca sangat diperlukan di lingkungan keluarga agar ada
kesamaan antara iklim yang tercipta di sekolah dengan di rumah. Hal ini akan
mempercepat peningkatan mutu belajar anak.
b. Memberikan
penguatan kepada anak untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya.
Pemberian hadiah, pujian dan lain-lain sangat diperlukan untuk memperkuat
perilaku positif anak.
c. Menyediakan
bahan yang tepat serta fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak dalam
belajar
d. Mengetahui
kekuatan dan kelemahan anak serta problem belajar dan berusaha untuk memberikan
bimbingan
e. Mengawasi
pekerjaan rumah, aktivitas belajar anak
f. Menciptakan
suasana rumah yang mendukung kegiatan akademik anak
g. Membantu
anak secara fungsional dalam belajar dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah
tepat waktu.
3. Memberikan
dorongan untuk meneliti, berdiskusi
tentang gagasan dan atau kejadian-kejadian aktual
a. Mendorong anak untuk suka meneliti serta mamiliki motivasi menulis
analitis/ilmiah
b. Menyediakan
fasilitas bagi anak-anak untuk melakukan penelitian
c. Mendorong
anak untuk melakukan kegiatan ilmiah
d. Berdiskusi dan berdialog dengan anak tentang
ide-ide, gagasan atau tentang bahan pelajaran yang baru, aktivitas yang
bermanfaat, masalah-masalah aktual dan sebagainya.
4. Mengarahkan
aspirasi dan harapan akademik anak
a. Memberikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan baik sebagai
bekal masa depan.
b. Mendorong dan mendukung aspirasi anak dalam belajar
c. Mengetahui aktivitas sekolah dan aktivitas anak dalam mempelajari
sesuatu.
d. Mengetahui standar dan harapan sekolah terhadap anak dalam belajar
e. Hadir pada pertemuan guru dengan orang tua murid yang
diselenggarakan oleh sekolah
f. Memberikan ganjaran positif terhadap performansi anak di rumah
atau di sekolah yang mendukung belajar anak.
Mengingat besarnya pengaruh orang tua murid
terhadap prestasi aspek kognitif, afektif dan psikomotor, Radin seperti dikutif
oleh Seifert & Hoffnung (1991) menjelaskan ada enam kemungkinan caya yang
dapat dilakukan orang tua murid dalam mempengaruhi anaknya, yaitu:
1. Modelling of behaviors (pemodelan perilaku), yaitu gaya dan cara
orang tua berperilaku dihadapan anak-anak, dalam pergaulan sehari-hari atau
dalam setiap kesempatan akan menjadi sumber imitasi bagi anak-anaknya. Yang
diimitasi oleh oleh anak-anak tentunya tidak hanya perilaku yang baik-baik
saja, tetapi juga yang berkaitan dengan perilaku yang buruk, kasar dan
sebagainya di lingkungan masyarakat atau di lingkungan rumah seperti
marah-marah, berbicara kasar dan sebagainya, maka kecenderungan peniruan
perilaku tersebut oleh anak akan sangat besar. Oleh sebab itu orang tua ataupun
lingkungan keluarga dan masyarakat yang menunjukkan perilaku negatif akan
sangat mempengaruhi perilaku anak di rumah, di sekolah, maupun dimasyarakat.
Dalam kaitan dengan hal ini diperlukan kesamaan nilai dan norma yang berlaku di
sekolah dengan yang berlaku di keluarga dan masyarakat. Agar ketiga lingkungan
tersebut memiliki kesamaan maka sekolah memiliki kewajiban untuk memberikan
informasi kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana nilai dan norma yang
berlaku di sekolah, dan harapan kepada keluarga (orang tua murid) dan
masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai dan norma tersebut.
2. Giving rewards and punishments (memberikan ganjaran dan hukuman).
Cara orang tua memberikan ganjaran dan hukuman juga mempengaruhi terhadap
perilaku anak. Ganjaran terhadap perilaku yang baik dari orang tua dapat
memperkuat perilaku tersebut untuk diulang kembali pada kesempatan lain oleh
anak, agar dia kembali mendapatkan ganjaran/hadiah dari orang tuanya.
Sebaliknya hukuman (yang bersifat mendidik) akan memperlemah pengulangan
kembali perilaku yang sama pada kesempatan lainnya.
3. Direct instruction (perintah langsung), pemberian perintah secara
langsung atau tidak langsung memberi pengaruh terhadap perilaku, seperti
ungkapan orang tua “ jangan malas belajar kalau ingin dapat hadiah” pernyatan
ini sebenarnya perintah langsung yang lebih bijaksana, sehingga dapat
menumbuhkan motivasi anak untuk lebih giat belajar. Hal ini disebabkan karena
anak memahami apa yang diinginka oleh orang tua. Bagaimana sekolah memberikan
informasi kepada orang tua tentang hal ini akan berpengaruh seberapa banyak hal
ini juga dilakukan oleh sekolah terhadap anak-anaknya. Banyak masyarakat tidak
mengerti bagaimana penghargaan dan hukuman yang akan memberikan dampak bagi
proses pendidikan, misalnya pemberian orang tua yang berlebihan secara material
yang sebenarnya akan berpengaruh negative, malah oleh orang tua tidak dipahami.
Akibatnya setelah terjadi penyimpangan perilaku akibat pemberian yang
berlebihan tersebut baru mereka sadar.
4. Stating rules (menyatakan aturan-aturan), menyatakan dan
memjelaskan aturan-aturan oleh orang tua secara =berulang kali akan memberikan
peringatan bagi anak tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus
dihindarkan oleh anak.
5. Reasoning (nalar). Pada saat-saat menjengkelkan, orang tua bisa
mempertanyakan kapasitas anak untuk bernalar, dan cara itu digunakan orang tua
untuk mempengaruhi anaknya, misalnyan orang tua bisa mengingatkan anaknya
tentang kesenjangan perilaku dengan nilai-nilai yang dianut melalui
pernyataan-pernyataan. Contohnya “ sekarang rangking kamu jelek, karena kamu
malas belajar, bukan karena kamu bodoh! “.
6. Providing materials and settings. Orang tua perlu menyediakan
berbagai fasilitas belajar yang diperlukan oleh anak-anaknya seprti buku-buku
dan lain sebagainya. Tetapi buku apa dan fasilitas apa yang sesuai dengan
kebutuhan sekolah, banyak orang tua tidak memahaminya. Untuk itu dalam kegiatan
hubungan dengan orang tua murid, kebutuhan-kebutuhan tersebut perlu disampaikan
agar mereka dapat menyesuaikannya.
0 komentar:
Posting Komentar