Seperti diuraikan pada bagian terdahulu, bahwa sekolah sebagai
institusi tidak dapat lepas dari masyarakat di lingkungan sekolah tersebut
berada. Saling keterkaitan sekolah dengan masyarakat ini akan semakin terasa
dengan orang tua murid pada saat tumbuh dan berkembang berbagai kenakalan
remaja, penyalahgunaan obat-obat terlarang, prestasi belajar yang rendah dan
berbagai masalah pembelajaran lain. Untuk memahami apa dan untuk apa program
hubungan sekolah dan masyarakat perlu diaplikasikan secara intensif dalam
pengelolaan pendidikan, berikut ini akan diuraikan beberapa hal pokok:
Pengertian, Tujuan, Prinsip hubungan
sekolah dengan masyarakat.
Secara umum orang dapat mengatakan apabila terjadi kontak,
pertemuan dan lain-lain antara sekolah dengan orang di luar sekolah, adalah
kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat. Apakah ini yang dimaksud dengan
hubungan sekolah dengan masyarakat, tentunya yang dimaksudkan dalam uraian
disini tidak sesederhana pengertian tersebut.
Arthur B. Mochlan menyatakan school public relation adalah
kegiatan yang dilakukan sekolah atau lembaga pendidikan untuk memenuhi
kebutuhan msyarakat. Apa sebenarnya kebutuhan masyarakat terhadap lembaga
pendidikan (sekolah) ? Masyarakat (lebih khusus lagi orang tua murid)
mengirimkan anak-anaknya ke sekolah agar mereka dapat menjadi manusia dewasa
yang bermanfaat bagi kehidupannya dan bagi masyarakat secara umum. Secara
praktis sering kita dengar para orang tua menginginkan anaknya dapat
berprestasi di sekolah (khususnya NEM). Ini berarti kebutuhan masyarakat
terhadap sekolah adalah penyelenggaraan dan pelayanan proses belajar mengajar
yang berkualitas dengan out put yang berkualitas pula. Dengan tuntutan yang
demikian akan menjadi beban bagi
sekolah, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya (tenaga, biaya, waktu dan
sebagainya).
Pengertian di atas memberikan isyarat kepada kita bahwa hubungan
sekolah dengan masyarakat lebih banyak menekankan pada pemenuhan akan kebutuhan
masyarakat yang terkait dengan lembaga pendidikan. Di sisi lain pengertian
tersebut di atas menggambarkan bahwa pelaksanaan hubungan masyarakat tidak
menunggu adanya permintaan masyarakat, tetapi sekolah/lembaga pendidikan
berusaha secara aktif (jemput bola), serta mengambil inisiatif untuk melakukan
berbagai aktivitas agar tercipta hubungan dan kerjasama harmonis.
Apabila dicermati pengertian tersebut di atas, nampaknya lebih
mengarah pada pola hubungan satu arah, yaitu kemauan sekolah/lembaga pendidikan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan dengan
lembaga pendidikan. Ini berarti pihak sekolah kurang mendapatkan balikan dari
pihak masyarakat.
Definisi yang lebih lengkap diungkapkan oleh Bernays seperti
dikutip oleh Suriansyah (2000), yang menyatakan bahwa hubungan sekolah dengan
masyarakat adalah:
1. Information given to the public (memberikan
informasi secara jelas dan lengkap kepada masyarakat)
2. Persuasion directed at the public, to modify
attitude and action (melakukan persuasi kepada masyarakat dalam rangka merubah
sikap dan tindakan yang perlu mereka lakukan terhadap sekolah)
3. Effort to integrated attitudes and action of
institution with its public and of public with the institution (suatu upaya
untuk menyatukan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh sekolah dengan sikap
dan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat secara timbal balik, yaitu dari
sekolah ke masyarakat dan dari masyarakat ke sekolah.
Pengertian di atas memberikan gambaran kepada kita apa sebenarnya
hakekat hubungan sekolah dan masyarakat. Hal terpenting dari pengertian di
atas, adalah adanya informasi yang diberikan kepada masyarakat yang dampaknya
dapat merubah sikap dan tindakan masyarakat terhadap pendidikan serta
masyarakat memberikan sesuatu untuk perbaikan pendidikan.
Dengan memahami dua pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat
di atas, kita dapat membuat suatu pengertian sederhana tentang hubungan sekolah
dan masyarakat sebagai suatu “proses kegiatan menumbuhkan dan membina saling
pengertian kepada masyarakat dan orang tua murid tentang visi dan misi sekolah,
program kerja sekolah, masalah-masalah
yang dihadapi serta berbagai aktivitas sekolahlainnya”.
Pengertian ini memberikan dasar bagi sekolah, bahwa sekolah perlu
memiliki visi dan misi serta program kerja yang jelas, agar masyarakat memahami
apa yang ingin dicapai oleh sekolah dan masalah/kendala yang daihadapi sekolah
dalam mencapai tujuan, melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh sekolah.
Dengan demikian mereka dapat memikirkan tentang peranan apa yang dapat
dilakukan oleh masyarakat/orang tua murid dan stakeholders lainnya untuk
membantu sekolah.
Pemahaman masyarakat yang mendalam, jelas dan konprehensip tentang
sekolah merupakan salah satu faktor pendorong lahirnya dukungan dan bantuan
mereka terhadap sekolah. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh C.L.
Brownell seperti dikutif oleh Suriansyah (2001) yang menyatakan bahwa:
Knowledge of the program is essential to understanding, and understanding is
basic to appreciation, appreciation is basic to support.
Bertolak dari pendapat yang diungkapkan Brownell tersebut di atas,
dapat dipahami bahwa sekolah/lembaga pendidikan perlu melakukan beberapa
aktivitas dalam melaksanakan manajemen peran serta masyarakat agar dapat
mencapai hasil yang diharapkan dan memberdayakan masyarakat dan stakeholders
lainnya. Beberapa aktivitas tersebut adalah:
Selalu memberikan penjelasan secara preodik kepada masyarakat
tentang program-program pendidikan di sekolah, masalah-masalah yang dihadapi
dan kemajuan-kemajuan yang dapat dicapai oleh sekolah (berfungsi sebagai
akuntabilitas). Agar pemahaman program oleh masyarakat menyentuh hal yang
mendasar, maka harus dimulai dengan penjelasan tentang Visi dan Misi serta
tujuan sekolah secara keseluruhan. Apa yang dimaksud dengan Visi dan Misi Sekolah
anda dapat memperdalam pada buku-buku reference lain. Kenyataan selama ini
tidak semua warga sekolah menghayati atau memiliki pemahaman yang mendalam
tentang visi dan misi sekolah, sehingga pada saat masyarakat ingin mengetahui
secara mendalam tentang hal tersebut warga sekolah (guru, murid, staf tata
usaha dan lain-lain) tidak dapat memberikan
penjelasan secara rinci. Hal ini akan memberikan kesan yang kurang baik
kepada masyarakat.
Apabila penjelasan-penjelasan tersebut dipahami masyarakat dan apa
yang diinginkan serta program-program tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka penghargaan
mereka terhadap sekolah akan tumbuh. Tumbuhnya penghargaan inilah yang akan
mendorong adanya dukungan dan bantuan mereka pada sekolah. Dengan demikian maka
program sekolah harus seiring dengan kebutuhan masyarakat. Karena memang
pelanggan dan pengguna hasil lulusan sekolah adalah masyarakat. Atau dengan
kata lain pelanggan sekolah itu pada hakekatnya adalah siswa dan orang tua
siswa serta masyarakat. Karena itu kebutuhan dan kepuasan pelanggan merupakan
hal pokok yang harus diperhatikan oleh lembaga sekolah. Sebagai contoh:
Bagaimana masyarakat mau membantu sekolah apabila sekolah di tengah masyarakat
religius dan panatik, sekolah tidak
pernah memprogramkan kegiatan sekolah yang bersifat religius, sehingga sekolah
terisolir dari masyarakatnya. Sekolah menjadi menara gading bagi lingkungan
masyarakatnya senidiri. Kondisi ini yang mendorong masyarakat untuk tidak
terlibat apalagi berpartisipasi membantu sekolah.
Bertolak dari gambaran tersebut di atas, Nampak manfaat yang sangat besar bagi sekolah dan
masyarakat, apabila hubungan sekolah dengan masyarakat benar-benar dapat
dikelola dan direalisasikan secara utuh sesuai dengan konsepsi di atas.
Di samping manfaat seperti diuraikan di atas, pelaksanaan hubungan
sekolah dengan masyarakat yang baik akan memberikan manfaat lain seperti:
1. Masyarakat/orang tua murid dan stakeholders
lainnya akan mengerti dengan jelas tentang Visi, misi, tujuan dan program kerja
sekolah, kemajuan sekolah beserta masalah-masalah yang dihadapi sekolah secara lengakap, jelas dan akurat.
2. Masyarakat/orang tua murid dan stakeholders
lainnya akan mengetahui persoalan-persolan yang dihadapi atau mungkin dihadapi
sekolah dalam mencapai tujuan yang diinginkan sekolah. Dengan demikian mereka
dapat melihat secara jelas dimana mereka dapat berpartisipasi untuk membantu
sekolah.
3. Sekolah akan mengenal secara mendalam latar
belakang, keinginan dan harapan-harapan masyarakat terhadap sekolah. Pengenalan
harapan masyarakat dan orang tua murid terhadap lembaga pendidikan, khususnya
sekolah merupakan unsure penting guna menumbuhkan dukungan yang kuat dari
masyarakat. Apabila hal ini tercipta, maka sikap apatis, acuh tak acuh dan masa
bodoh masyarakat akan hilang. Yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah sekolah
mengenal harapan masyarakat? Atau sekarang justru sekolah memaksakan harapannya
kepada masyarakat! Coba kita analisis kondisi tersebut berdasarkan pengalaman
dan penglihatan selama ini dalam praktek penyelenggaraan pendidikan di tingkat
sekolah. Apabila kita belum melakukan hal tersebut, maka sudah saatnya mulai
sekarang sekolah berbenah diri untuk membangun kemitraan dengan masyarakat/
stakeholders untuk kemajuan sekolah.
Apabila kondisi dia atas tercipta, para siswa secara langsung
mengetahui bahwa mereka mendapat perhatian yang besar dari kedua belah pihak,
baik pihak orang tua/masyarakat maupun pihak sekolah. Hal ini tentunya
merupakan kartu kendali bagi sekolah untuk bersikap, berperilaku dan bertindak
di laur aturan sekolah yang ada. Kendali/control yang dilakukan bersama antara
sekolah dan masyarakat secara terpadu akan memberikan ruang sempit bagi siswa,
maupun warga sekolah lainnya yang akan bertindak atau berperilaku tidak sesuai
dengan norma dan nilai yang berlaku di lingkungan sekolah dan lingkungan
masyarakat.
Dalam kenyataan yang ditemui di lembaga-lembaga pendidikan
sekarang ini nampaknya masih sedikit ditemukan pola-pola hubungan yang dapat
mendorong terciptanya keempat hal pokok di atas. Hal ini disebabkan adanya
persepsi bahwa peningkatan mutu sekolah dan peningkatan proses pembelajaran
cukup dilakukan oleh pihak sekolah atau pihak pemerintah secara sepihak.
Sedangkan pihak masyarakat dan orang tua murid cukup dimintakan bantuannya dalam
bentuk keuangan saja, atau ada semacam persepsi seolah-olah sekolah lah yang
bertanggung jawab dalam peningkatan mutu. Sedangkan orang tua (masyarakat)
tidak perlu terlibat dalam upaya peningkatan mutu di skeolah. Keterlibatan
orang tua/masyarakat sering diinterpretasikan atau dipersepsi sebagai bentuk
intervensi yang terlalu jauh memasuki kawasan otonomi sekolah. Keadaan ini juga
turut berpengaruh terhadap terciptanya hubungan yang akrab anatar sekolah
dengan pihak masyarakat. Persepsi yang salah ini sebagai akibat dari kurangnya
pemahaman masyarakat tentang pendidikan dan juga pemahaman warga sekolah
tentang apa dan bagaimana harusnya pengelolaan hubungan sekolah dengan
masyarakat dibangun. Di samping itu pemberdayaan masyarakat masih cenderung
pada aspek pembiayaan.
Pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai salah satu
aktivitas yang mendapat kedudukan setara dengan kegiatan pengajaran,
pengelolaan keuangan, Pengelolaan kesiswaan dan sebagainya (ingat substansi
kegiatan management sekolah) juga harus direncanakan, dikelola dan dievaluasi
secara baik. Tanpa perencanaan dan pengelolaan serta evaluasi yang baik, tujuan
yang hakiki dari kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat tidak akan
tercapai.
Apa sebenarnya yang ingin dicapai dalam kegiatan hubungan sekolah
dengan masyarakat ?, gambaran pada pembahasan di atas sudah memperlihatkan
kepada kita tentang apa yang ingin dicapai dalam kegiatan ini. Secara lebih
lengkap Elsbree dan Mc Nally seperti dikutip oleh Suriansyah (2001) menyatakan
bahwa kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan untuk
1. To improve the quality of children’s learning
and growing.
2. To rise community goals and improve the
quality of community living
3. To develop understanding, enthusiasm and
support for community program of public educations
Dari pendapat ini terlihat bahwa yang ingin dicapai dalam kegiatan
hubungan sekolah dengan masyarakat ini tidak hanya sekedar mendapat bantuan
keuangan dari orang tua mruid/masyarakat, tetapi lebih jauh dari hal tersebut yaitu pengembangan
kemampuan belajar anak dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, yang pada
akhirnya dapat menumbuhkan dukungan mereka akan pendidikan.
Bagaimana kaitan hubungan sekolah dengan masyarakat dengan
peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, coba anda diskusikan dan analisis
secara berkelompok ?
Sebagai bahan perbandingan, anda dapat mempelajari tujuan hubungan
sekolah dengan masyarakat yang dikemukakan oleh L.Hagman sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh bantuan dari orang tua
murid/masyarakat, Bantuan apa? Ingat
bantuan ini bukan hanya sekedar uang! Untuk melaporkan perkembangan dan
kemajuan, masalah dan prestasi-prestasi yang dapat dicapai sekolah. Kapan
sebenarnya laporan ini perlu dilakukan oleh pihak sekolah ?
2. Untuk memajukan program pendidikan.
3. Untuk mengembangkan kebersamaan dan kerjasama
yang erat, sehingga segala permasalahan dan lain-lain dapat dilakukan secara
bersama dan dalam waktu yang tepat.
Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan
sekolah/lembaga pendidikan dengan masyarakat sebenarnya bertujuan untuk
meningkatkan:
1. Kualitas pembelajaran. Kualitas lulusan
sekolah dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor hanya akan dapat
tercipta melalui proses pembelajar di kelas maupun di luar kelas. Proses
pembelajaran yang berkualitas akan dapat dicapai apabila didukung oleh berbagai
pihak termasuk orang tua murid/masyarakat.
2. Kualitas hasil belajar siswa. Kualitas belajar
siswa akan tercapai apabila terjadi kebersamaan persepsi dan tindakan antara
sekolah, masyarakat dan orang tua siswa. Kebersamaan ini terutama dalam
memberikan arahan, bimbingan dan pengawasan pada anak/murid dalam belajar.
Karena itu peningkatan kemitraan sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat
merupakan prasyarat yang tidak dapat ditinggalkan dalam konteks peningkatan
mutu hasil belajar.
3. Kualitas pertumbuhan dan perkembangan peserta
didik serta kualitas masyarakat (orang tua murid) itu sendiri. Kualitas
masyarakat akan dapat dibangun melalui proses pendidikan dan hasil pendidikan
yang handal. Lulusan yang berkualitas merupakan modal utama dalam membangun
kualitas masyarakat di masa depan.
Ini berarti segala program yang dilakukan dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat harus
mengacu pada peningkatan kualitas pembelajaran, kualitas hasil belajar dan
kualtas pertumbuhan/perkembangan peserta didik. Apabila hal tersebut dapat kita
lakukan, maka persepsi masyarakat tentang sekolah akan dapat dibangun secara
optimal.
0 komentar:
Posting Komentar