Apabila kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat ingin berhasil
mencapai sasaran, baik dalam arti sasaran masyarakat/orang tua yang dapat
diajak kerjasama maupun sasaran hasil yang diinginkan, maka beberapa
prinsip-prinsip pelaksanaan di bawah ini harus menjadi pertimbangan dan
perhatian. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam
pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Integrity
Prinsip ini mengandung makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah
dengan masyarakat harus terpadu, dalam arti apa yang dijelaskan, disampaikan
dan disuguhkan kepada masyarakat harus informasi yang terpadu antara informasi
kegiatan akademik maupun informasi kegiatan yang bersifat non akademik.
Hindarkan sejauh mungkin upaya menyembunyikan (hidden activity) kegiatan yang
telah, sedang dan akan dijalankan oleh lembaga pendidikan, untuk menghindari
salah persepsi serta kecurigaan terhadap lembaga pendidikan. Biasanya sering
terjadi sekolah tidak menginformasikan atau menutupi sesuatu yang sebenarnya
menjadi masalah sekolah dan perlu bantuan atau dukungan orang tua murid. Oleh
sebab itu lembaga pendidikan harus sedini mungkin mengantisipasi kemungkinan
adanya salah persepsi, salah interpretasi tentang informasi yang disajikan
dengan melengkapi informasi yang akurat dan data yang lengkap, sehingga dapat
diterima secara rasional oleh masyarakat. Hal ini sangat penting untuk
meningkatkan penilaian dan kepercayaan masyarakat/orang tua murid terhadap
sekolah, atau dengan kata lain transparansi lembaga pendidikan sangat
diperlukan, lebih-lebih dalam era reformasi dan abad informasi ini, masyarakat
akan semakin kritis dan berani memberikan penilaian secara langsung tentang lembaga
pendidikan. Bahkan tidak jarang penilaian dan persepsi yang disampaikan
masyarakatan tentang sekolah sering tidak memiliki dasar dan data yang akurat
dan valid. Persepsi yang demikian apabila tidak dihindari akan menyebebkan hal
yang negatif bagi sekolah, akibatnya sekolah tidak akan mendapat dukungan
bahkan mungkin sekolah hanya akan menunggu waktu kematiannya. Karena dia tidak
dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakatnya sendiri.
2. Continuity
Prinsip ini berarti bahwa pelaksanaan hubungan sekolah dengan
masyarakat, harus dilakukan secara terus menerus. Jadi pelaksanan hubungan
sekolah dengan masyarakat jangan hanya dilakukan secara insedental atau
sewaktu-waktu, misalnya hanya 1 kali dalam satu tahun atau sekali dalam satu
semester/caturwulan, atau hanya dilakukan oleh sekolah pada saat akan meminta
bantuan keuangan kepada orang tua /masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan
masyarakat selalu beranggapan bahwa apabila ada panggilan sekolah untuk datang
ke sekolah selalu dikaitkan dengan minta bantuan uang. Akibatnya mereka
cenderung untuk tidak datang atau sekedar mewakilkan kepada orang lain untuk
menghadiri undangan sekolah.
Kenyataan selama ini menunjukkan bahwa undangan kepada orang tua
murid dari sekolah sering diwakilkan kehadirannya kepada orang lain, sehingga
kehadiran mereka hanya berkisar antara 60% - 70% bahkan tidak jarang kurang
dari 30%. Apabila ini terkondisi, maka sekolah akan sulit mendapat dukungan
yang kuat dari semua orang tua murid dan masyarakat.
Perkembangan informasi, perkembangan kemajuan sekolah,
permasalahan-permasalahan sekolah bahkan permasalahan belajar siswa selalu
muncul dan tumbuh setiap saat, karena itu maka diperlukan penjelasan informasi
yang terus menerus dari lembaga pendidikan untuk masyarakat/orang tua murid, sehingga
mereka sadar akan pentingnya keikutsertaan mereka dalam meningkatkan mutu
pendidikan putra-putrinya. Oleh sebab itu maka informasi tentang sekolah yang
akan disampaikan kepada masyarakat juga harus di updating setiap saat.
Informasi yang sudah out update akan memberikan kesan kurang baik oleh
masyarakat kepada sekolah.
3. Coverage
Kegiatan pemberian informasi hendaknya menyeluruh dan mencakup
semua aspek, factor atau substansi yang perlu disampaikan dan diketahui oleh
masyarakat, misalnya program ekstra kuirkuler, kegiatan kurikuler, remedial
teaching dan lain-lain kegiatan. Prinsip ini juga mengandung makna bahwa segala
informasi hendaknya lengkap, akurat dan up to date.
Lengkap artinya tidak satu informasipun yang harus ditutupi atau
disimpan, padahal masyarakat/orang tua murid mempunyai hak untuk mengetahui
keberadaan dan kemajuan (progress) sekolah dimana anaknya belajar. Oleh sebab
itu informasi kemajuan sekolah, kegagalan/masalah yang dihadapi sekolah serta
prestasi yang dapat dicapai sekolah harus dinformasikan kepada masyarakat.
Akurat artinya informasi yang diberikan memang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, dalam kaitannya ini juga berarti bahwa informasi yang
diberikan jangan dibuat-buat atau informasi yang obyektif.
Sedangkan up to date berarti informasi yang diberikan adalah
informasi perkembangan, kemajuan, masalah dan prestasi sekolah terakhir. Dengan
demikian masyarakat dapat memberikan penilaian sejauh mana sekolah dapat
mencapai misi dan visi yang disusunnya.
4. Simplicity
Prinsip ini menghendaki agar dalam proses hubungan sekolah dengan
masyarakat yang dilakukan baik komunikasi personal maupun komunikasi
kelompok pihak pemberi informasi
(sekolah) dapat menyederhanakan berbagai informasi yang disajikan kepada
masyarakat. Informasi yang disajikan kepada masyarakat melaui pertemuan
langsung maupun melalui media hendaknya
disajikan dalam bentuk sederhana sesuai dengan kondisi dan karakteristik
pendengan (masyarakat setempat). Prinsip kesederhanaan ini juga mengandung
makna bahwa:
a. Informasi yang disajikan dinyatakan dengan
kata-kata yang penuh persahabatan dan mudah dimengerti. Banyak masyarakat yang
tidak memahami istilah-istilah yang sangat ilmiah, oleh sebab itu penggunaan
istilah sedapat mungkin disesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat yang
menjadi audience.
b. Penggunaan kata-kata yang jelas, disukai oleh
mesyarakat atau akrab bagi pendengar.
c. Informasi yang disajikan menggunakan
pendekatan budaya setempat.
5. Constructiveness
Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya
konstruktif dalam arti sekolah
memberikan informasi yang konstruktif kepada masyarakat. Dengan demikian
masyarakat akan memberikan respon hal-hal positif tentang sekolah serta mengerti dan memahami secara detail
berbagai masalah (problem dan constrain) yang dihadapi sekolah. Apabila hal
tersebut dapat mereka mengerti, akan merupakan salah satu faktor yang dapat
mendorong mereka untuk memberikan bantuan kepada sekolah sesuai dengan
permasalahan sekolah yang perlu mendapat perhatian dan pemecahan bersama. Hal
ini menuntut sekolah untuk membuat daftar masalah (list of problems) yang perlu
dikomunikasikan secara terus menerus kepada sasaran masyarakat tertentu.
Prinsip ini juga berarti dalam penyajian informasi hendaknya
obyektif tanpa emosi dan rekayasa tertentu, termasuk dalam hal ini
memberitahukan kelemahan-kelemahan sekolah dalam memacu peningkatan mutu
pendidikan di sekolah.
Prinsip ini juga berarti bahwa informasi yang disajikan kepada
khalayak sasaran harus dapat membangun kemauan dan merangsang untuk berpikir
bagi penerima informasi.
Penjelasan yang konstruktif akan menarik bagi masyarakat dan akan
diterima oleh masyarakat tanpa prasangka tertentu, hal ini akan mengarahkan
mereka untuk berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan sekolah. Untuk itu
informasi yang ramah, obyektif berdasarkan data-data yang ada pada sekolah.
6. Adaptability (Penyesuaian)
Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya disesuaikan
dengan keadaan di dalam lingkungan masyarakat tersebut. Penyesuaian dalam hal
ini termasuk penyesuaian terhadap aktivitas, kebiasaan, budaya (culture) dan
bahan informasi yang ada dan berlaku di dalam kehidupan masyarakat. Bahkan
pelaksanaan kegiatan hubungan dengan masyarakat pun harus disesuaikan dengan
kondisi masyarakat. Misalnya saja masyarakat daerah pertanian yang setiap pagi
bekerja di sawah, tidak mungkin sekolah mengadakan kunjungan (home visit) pada
pagi hari.
Pengertian-pengertian yang benar dan valid tentang opini serta
factor-faktor yang mendukung akan dapat menumbuhkan kemauan bagi masyarakat
untuk berpartisipasi kedalam pemecahan persoalan-persoalan yang dihadapi
sekolah.
0 komentar:
Posting Komentar