Prosedur
pelaksanan hubungan sekolah dengan masyarakat dilaksanakan melalui 4 tahap
berikut ini:
Kegiatan pertama dalam
pelaksanaan manajemen peran serta masyarakat adalah menganalisis masyarakat yaitu
yang berkaitan dengan sasaran masyarakat, kondisi, karakter, kebutuhan dan
keinginan masyarakat akan pendidikan, problem yang dihadapi masyarakat serta
aspek-aspek kehidupan masyarakat lainnya seperti kebiasaan, sikap, religius
(panatisme beragama) dan sebagainya. Hal ini sangat penting, karena pemhaman
yang salah tentang kondisi masyarakat, akan menyebabkan program-program yang
disusun dan dikembangkan oleh sekolah dalam rangka pemberdayaan masyarakat
untuk pendidikan akan kurang tepat. Untuk melakukan analisis ini ada beberapa
cara yang dapat digunakan yaitu:
a. Warga Sekolah memiliki kepekaan yang tinggi
tentang masyarakat lingkungannya atau orang tua murid yang menjadi warga
sekolahnya. Warga sekolah sudah semestinya merasakan secara sensitif atau peka
tentang berbagai isu di tengah masyarakat baik yang terkait dengan pendidikan
atau aspek lainnya yang akan mempengaruhi kegiatan pendidikan, Sensitivitas ini
harus dimiliki oleh semua warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru dan
staf sekolah lainnya. Pada saat ini banyak hal atau isu yang berkembang di
masyarakat/orang tua murid tentang pendidikan, baik yang sengaja dikembangkan
oleh orang tertentu maupun yang berkembang akibat kebijkana pendidikan oleh
pejabat pendidikan termasuk kebijakan yang diambil oleh sekolah seperti tentang
BOS, uang sumbangan penerimaan siswa baru dan lain-lain.
b. mengadakan pengamatan melalui survey tentang
kebiasaan, adat istiadat yang mendukung atau bahkan menghambat kemajuan
pendidikan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu warga sekolah harus sudah terbiasa
bergaul di tengah-tengah masyarakatnya dan akrab dengan semua orang tua murid
tanpa memandang strata social mereka. Dengan cara ini akan memberikan
kemungkinan yang besar bagi warga sekolah mengakses berbagai informasi, isu,
dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan anaknya di sekolah.
c. mengadakan wawancara dan dialog langsung
dengan masyarakat khususnya melalui tokoh kunci (key informan), untuk mengetahu
apa kebutuhan dan aspirasi mereka. Untuk dapat melaksanakan ini, setiap warga
sekolah perlu memiliki kemampuan wawancara yang handal.
Tahap kedua dalam
mengadakan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah mengadakan komunikasi
dengan masyarakat sasaran. Mengadakan komunikasi pada dasarnya menyampaikan informasi
dan pesan dari pihak sekolah kepada masyarakat sasaran khususnya berkaiatan
dengan kemajuan (progress), program dan masalah (problem). Dalam melakukan
komunikasi menurut John L. Beckley, agar berhasil ada beberapa hal yang diperhatikan yaitu:
a. Practice Self Controll, dalam hal ini berarti
sebelum memberikan informasi kepada orang lain, pastikan bahwa informasi,
petunjuk atau saran yang diberikan telah dilakukan oleh si pemberi informasi.
Karena itu kalau sekolah meminta masyarakat memperhatikan sekolah, tanyakan
dulu pada sekolah apakah sekolah sudah memperhatikan kebutuhan masyarakatnya.
b. Appraside and where deserve, artinya dalam
berkomunikasi perlu memberikan penghargaan kepada lawan komunikasi, meskipun
penghargaan tidak selalu dalam bentuk materi, misalnya jangan memalingkan muka
pada saat lawan komunikasi berbicara, katakan baik, anggukan dan lain-lain.
c. Critizise Tacfully, artinya kalau anda ingin
memberikan kritik dalam berkomunikasi, berikan secara bijaksana sehingga tidak
mengganggu perasaan orang lain.
d. Always listen, berupayalah anda untuk belajar
mendengarkan orang lain, termasuk dalam hal ini sensitif pada perasaan orang
lain dengan melihat gejala yang muncul. Misalnya jangan paksakan meneruskan
pembicaraan apabila terlihat lawan berkomunikasi sudah sangat bosan. Jangan
mendominasi pembicaraan dengan orang lain (masyarakat lawan dialog), coba
dengarkan apa yang mereka katakana (termasuk perkataan mereka melalui gerak
tubuh), pahami dan hayati maknanya. Apabila terjadi perbedaan persepsi dengan
mereka coba cari persamaannya, jangan perbesar perbedaannya.
e. Stress Reward, berikan penghargaan/ganjaran
kepada lawan bicara kalau memang patut diberikan penghargaan. Penghargaan yang
dimaksudkan dalam hal ini bukan hanya semata-mata dalam bentuk materi, tetapi
juga dalam bentuk non materi.
f. Considire the persons intrest, artinya
perhatikan minat setiap individu lawan bicara. Oleh sebab itu mulailah
pembicaraan dari sesuatu masalah yang menjadi minat, hoby atau pusat perhatian
orang. Dalam pengertian ini dalam dialog jangan paksakan memulai pembicaraan
dari konsep kita, tetapi mulailah dari sesuatu yang menjadi kebiasaan dan minat
mereka, baru diarahkan kepada apa yang kita inginkan.
Keberhasilan komunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam
mencapai tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat (skill ini communication is a key to
successful team effort). Artinya kalau anda ingin berhasil dalam memberdayakan
masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah,
maka kunci pertama yang harus dikuasai adalah kemampuan berkomunikasi.
Kembangkan kemampuan berkomunikasi secara baik, hal ini dapat dilakukan melalui
latihan dan membiasakan berkomunikasi pada banyak orang.
3. Melibatkan Masyarakat
Melibatkan masyarakat bukan hanya sekedar menyampaikan pesan tapi
lebih dari itu menuntut partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan
dan program sekolah. Bagaimana teknik agar masyarakat dapat terlibat secara
aktif dapat anda pelajari pada bagian pembahasan tentang teknik hubungan
sekolah dengan masyarakat di bawah ini.
0 komentar:
Posting Komentar